Art and Tech

Budi Rahardjo’s Thoughts

Topik: Teknologi

Perlindungan Paten

DiskusiBudi Rahardjo on November 5th, 2008

Paten merupakan salah satu cara untuk mendorong terjadinya inovasi. Seorang penemu diberikan sebuah monopoli atas temuannya selama beberapa tahun sehingga harapannya dia dapat mendapatkan imbalan finansial atas temuannya. Setelah mendapat imbalan ini dia kemudian dapat mencari inovasi-inovasi baru lagi. Sehingga seluruh umat manusia akan dapat meningkatkan kualitas hidup dengan adanya inovasi tersebut. Itu ide awalnya.

Sayangnya sekarang paten (dan perlindungan HaKI lainnya) memiliki jiwa yang berbeda. Saat ini paten digunakan untuk mengganjel persaingan dan malah mengganjel terjadinya inovasi. Seorang penemu (atau pengembang) akan menjadi takut-takut dalam eksplorasinya karena jangan-jangan ketika dia melakukan eksplorasi dia malah melanggar paten. Secara masyarakat, kita justru merugi.

Bagaimana pendapat Anda?

Topik: Teknologi

Tantangan Engineering

2 komentarBudi Rahardjo on March 9th, 2008

National Academy of Engineering membuat sebuah situs yang menyampaikan tantangan apa yang harus dihadapi oleh para insinyur. Teknologi apa yang harus dikembangkan, dan seterusnya.

  1. Make solar energy economical
  2. Provide energy from fusion
  3. Develop carbon sequestration methods
  4. Manage the nitrogen cycle
  5. Provide access to clean water
  6. Restore and improve urban infrastructure
  7. Advance health informatics
  8. Engineer better medicines
  9. Reverse-engineer the brain
  10. Prevent nuclear terror
  11. Secure cyberspace
  12. Enhance virtual reality
  13. Advance personalized learning
  14. Engineer the tools of scientific discovery

Cerita lengkapnya ada di: www.engineeringchallenges.org

Bagaimana pendapat Anda? Saya sendiri tertarik dengan yang secure cyberspace, karena itu bidang saya. :D

Topik: Teknologi

Memisahkan Teknologi

2 komentarBudi Rahardjo on March 9th, 2008

Saya ingin menuliskan tentang teknologi ini dan itu, tetapi nampaknya yang akan saya tulis tersebut tidak seksi lagi karena orang sudah terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ya, teknologi sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita.

Ambil teknologi, sisihkan dia, maka kita akan kembali ke jaman batu. Ah, jaman itu pun sudah ada teknologi … teknologi batu kali ya? ha ha ha.

Di sisi lain, kalau saya menuliskan sebuah teknologi yang jauh ke depan nanti dikira hanya mengangan-angan. (Padahal iya. ha ha ha.) Nampaknya ini yang akan saya lakukan. Anda keberatan tidak ya?

Topik: Seni, Teknologi

Film Dengan Avatar

6 komentarBudi Rahardjo on January 13th, 2008

Beberapa kali sudah saya menemukan iklan yang isinya bukan manusia, tetapi avatar. Kalau dahulu mungkin animasi 3D masih terbatas kemampuan tampilannya, tetapi sekarang teknologi sudah semakin maju sehingga tampilannya sudah menyerupai manusia. Bagi yang sudah menonton film Final Fantasy (yang sudah lama itu) paham yang saya maksudkan.

Kemampuan dari komputer jaman dahulu masih terbatas sehingga dibutuhkan supercomputer untuk memodelkan dan melakukan rendering. Sekarang kemampuan komputasi dari komputer sudah meningkat dengan sangat pesat. Mungkin dalam waktu tidak lama lagi semuanya bisa dikerjakan dari garasi kita sendiri. Wah, wah, wah …

Apakah ke depannya akan makin banyak film yang menggunakan avatar? Kita lihat saja.

Eh, jangan-jangan … BR itu sebenarnya tidak ada. Yang ada, hanyalah sebuah avatar. Jangan-jangan gambar header ini juga sebuah hasil rekayasa grafik. Sebuah Avatar …

Topik: Teknologi

Keinginan Untuk Mengubah Dunia

8 komentarBudi Rahardjo on November 26th, 2007

Baru saja saya melihat sebuah link di TED (Technology, Entertainment, Design) tentang TED Prize yang diberikan setiap tahun. Untuk setiap pemenang, mereka diperkenankan untuk mengutarakan sebuah “wish” yang dapat mengubah dunia. Wah luar biasa. Coba Anda lihat linknya di sini:

http://blog.ted.com/2007/11/announcing_2008.php

Saya selalu kagum dengan orang Barat yang memiliki cita-cita setinggi langit. Kadang cita-citanya tersebut masih di luar jangkauan teknologi yang kita miliki saat ini. Kalau tidak itu, biaya untuk mengimplementasikannya sangat mahal. Namun hal tersebut bukan menjadi halangan untuk mereka. Namanya juga cita-cita, ya.

Teknologi akan terus berkembang. Ini hanya masalah waktu saja. Kita tidur, tidak melakukan apa-apa juga, teknologi akan maju terus. (Soalnya yang lain tidak tidur. Ha ha ha. Hanya kita saja yang malas.) Dulu orang tidak akan mengira kita bisa terbang naik pesawat dan bahkan ke luar angkasa. Sekarang hal itu mungkin dilakukan, meskipun dengan skala yang terbatas.

Apa cita-cita Anda? Ingin mengubah dunia? Atau … sekedar mengikuti arus saja?

Topik: Seni, Teknologi

Musik Gratis

7 komentarBudi Rahardjo on October 10th, 2007

Kali ini Business Week memberitakan bahwa gratis merupakan model bisnis yang sedang top hari-hari ini. (Beritanya di sini.)

Di dalam berita itu diceritakan bagaimana band Radiohead merilis album barunya melalui internet. Yang menarik adalah ketika sang pembeli membawa pilihannya melalui “shopping cart” dan siap membayar, sang pembeli bisa menentukan harga sesukannya - termasuk $0 alias gratis. Nah lho. Radiohead mengharapkan pemasukan dari konser mereka dan juga dari produk yang lebih high-end seperti foto, artwork, dan sejenisnya.

Teknologi informasi saat ini demikian luar biasanya sehingga mulai “mengacaukan” model bisnis. Ini baru musik. Bagaimana dengan video? atau lainnya lagi?

Topik: Seni

Sinetron dan Seni

14 komentarBudi Rahardjo on October 1st, 2007

Baru saja muncul sebuah pertanyaan, “apakah sinetron yang marak di TV Indonesia itu bisa dikategorikan sebagai sebuah seni?” Halah. Pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Maunya sih menjawab dengan kata tidak, tapi saya tidak punya argumentasi yang kuat untuk itu.

Sebetulnya saya lihat masyarakat sudah mulai muak dengan yang namanya sinetron itu (eh, tapi tetap ditonton ya?) atau acara lain di TV yang isinya teriak-teriak (saya sudah tulis di blog yang lain). Cukup senang juga mendengar bahwa acara “Para Pencari Tuhan” (PPT) merupakan acara yang paling banyak ditonton pada bulan Ramadhan ini dibandingan acara yang lain (termasuk yang bagi-bagi hadiah, dan tentunya harus teriak-teriak). Lho, kan PPT itu sinetron juga. Halah?

Lantas apa hubungannya dengan seni? … mmm … baik-baik saja?

Topik: Technology, Teknologi

Jumping Into Energy Bandwagon

DiskusiBudi Rahardjo on September 26th, 2007

I read this yesterday, “How Tech Titans Became Energy Entrepreneurs.” Quite an interesting article. The timing is so acurate. It is interesting to see that the there is a trend to start energy company in Silicon Valley.

Here, in Indonesia, there is a heating debate about whether we should have a Nuclear Power Plant or not. We are in the brink of energy crissis. Our current power plants cannot deliver enough electrical energy to the people. It should be noted that average electrical house hold consumption in Indonesia is very low compared to Americans, for example. And yet, our electric company cannot deliver. Thus, Nuclear Power Plant idea seems viable.

Now, the question is … Is there an opportunity to create a new energy company, just like in Silicon Valley? I am not too sure. Things that are related to public needs - I think electricity is one of them - used to be owned by state only. There is no room for private companies. However, there was some attempts to privatise many state-owned companies. This should (have?) change.

This energy problem is not limitted to Indonesia. I would assume that this is a bigger problem in India and China, where tech companies are booming.

A few years ago, I was invited as part of IBM Deep Dive session in New Delhi. One of the topics we discussed was exactly this, energy! (I think it was reported in their GIO book. I lost my copy.) I am going to keep my eyes open (and perhaps starting-up again?) watching this energy bandwagon.

Topik: Teknologi

Modal iPod Nano Lebih Murah

7 komentarBudi Rahardjo on September 19th, 2007

Business Week menayangkan sebuah artikel yang mengatakan bahwa iPod nano yang baru, meskipun bentuknya makin besar dan makin mewah, ternyata modal untuk membuatnya lebih murah!

Sebuah tim membongkar iPod nano yang baru dan memilah-milah komponennya. Setelah dipilah-pilah, ternyata harga bahan baku dari iPod nano ini lebih murah dari generasi sebelumnya. Padahal fiturnya jauh lebih canggih. Wah, berarti Apple akan makin untung dengan setiap penjualan iPod nano tersebut, kecuali jika Apple menurunkan harganya.

Inilah hasil kemajuan teknologi. Semakin meningkat teknologi, semakin murah harga sebuah produk. Tentu saja bisa jadi harganya sama, tetapi fitur bertambah. Silahkan pilih. Yang pasti, kita sebagai konsumer sangat diuntungkan dengan kemajuan teknologi ini. Asyik!

Tapi tetap saja harus nabung nih untuk membeli iPod nano yang baru itu. Halah …

Topik: Teknologi

Menjelaskan Teknologi

DiskusiBudi Rahardjo on September 14th, 2007

Merasuknya teknologi dalam kehidupan sehari-hari kita sudah tidak perlu dijelaskan lagi. Hanya saja teknologi ini sudah demikian rumitnya sehingga seringkali diperlukan penjelasan yang ribet juga. Bagaimana menjelasakan teknologi (yang rumit tersebut) ke dalam bahasa yang mudah dimengerti? Nah, inilah tantangan para insinyur (engineer).

Sekarang ini topik yang sedang panas di negara kita adalah topik Nuklir. Banyak orang yang ketakutan dengan akan adanya PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir). Hmm … Jangankan PLTN, ketika mesin ATM mulai digunakan oleh bank, banyak orang yang takut menggunakannya. Sekarang, ATM sudah tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. (Berapa kali Anda mengunjungi ATM bulan ini? Bagaimana kalau mesin ATM bank Anda mati satu tahun? Anda pasti pindah bank.)

Problemnya adalah para insinyur dan ilmuwan sering kurang mahir dalam mengkomunikasikan hasil penelitiannya ke dalam bahasa yang mudah dimengerti. Untuk itu diperlukan jembatan-jembatan (bridge) yang dapat menghubungkan “bahasa planet” dan bahasa manusia biasa. (Blog ini dan blog sejenis - seperti Netsains - merupakan salah satu jembatan tersebut.)

Menjelaskan hal teknis ke dalam bahasa yang mudah dimengerti ini sering diremehkan oleh para insinyur dan ilmuwan. Nulis di koran, majalah, apalagi blog tidak gagah. Selain itu, hasil tulisannya juga tidak mendapat nilai (kum) yang dapat digunakan oleh mereka untuk menaikkan pangkat. Saya sendiri menulis secara rutin di berbagai majalah populer. Ini semua tidak mendapat penghargaan di tingkat akademik. Singkatnya, tidak ada insentif untuk melakukan ini semua. Akibatnya justru muncul orang yang tidak kompeten dalam menjelaskan hal teknis. Masyarakat kemudian memiliki persepsi yang salah mengenai berbagai aspek dari teknologi.

Bagaimana membujuk para ilmuwan dan insinyur untuk lebih banyak menulis?

Art and Tech is part of Asia Blogging Network