Budi Rahardjo’s Thoughts
Topik: Technology
1 komentar — Budi Rahardjo on January 18th, 2009
I joined microblogs (twiter, kronologger, plurk, and the like) a while ago and got bored with them quickly. The question is; do we really need microblogging?
I can do the things that I do on microblogs on my blogs. Perhaps my style of blogging is different, that is generally I don’t comment on comments (though I read all the comments). Thus, I don’t need somebody to follow me up or microcomments.
What do you think?
Topik: Teknologi
6 komentar — Budi Rahardjo on January 7th, 2009
Kemarin saya mampir ke sebuah acara pameran buku. Di sana saya bertemu dengan salah seorang penerbit. Kami kemudian terlibat dalam sebuah pembicaraan. Dia mengingatkan saya bahwa 10 tahun yang lalu (that long?) saya pernah berkata kepada dia bahwa buku akan menjadi digital dan penerbit harus segera melihat potensi ke aran sana. Sekarang mana dominasi eBooks? Betul juga.
Kalau kita lihat di dunia musik, maka sekarang musik sebagian besar sudah dalam format digital. Padahal kalau kita lihat musik dan buku memiliki persamaan bahwa mereka dapat dibuat dalam format digital dengan mudah. Bahkan kalau dipikir-pikir, musik membutuhkan ukuran berkas yang lebih besar dari buku. Mengapa musik digital (misal MP3) meledak sementara buku digital belum?
Salah satu kemungkinan yang ada adalah pembaca buku digital tersebut. Saat ini belum ada pembaca buku digital yang murah dan mudah digunakan. Pemutar MP3 ada di mana-mana dengan harga murah (mulai dari 100-an ribu) dan sudah menjadi bagian dari handphone. Sementara itu pembaca buku digital belum ada yang bisa dipasarkan secara murah. Mungkin itu alasan utamanya?
Sebetulnya ada alasan lain, tetapi saya malu menyebutkannya. Orang Indonesia kurang suka membaca, jadi … ya memang begitulah, ebooks bakalan kurang populer. Kalau mendengarkan musik sih semuanya juga suka. hi hi hi. Seharusnya saya lebih memperhatikan kultur bangsa kita ini sebelum membuat prediksi ya?
Topik: Technology
2 komentar — Budi Rahardjo on December 28th, 2008
At the end of the year, usually there are predictions about the future. I don’t have my crystal ball with me, so I cannot predict. (Ha ha ha.) But, here are questions that I’d like you to answer:
People are talking about greener environment. Do you think we will see more green technologies (and products) in 2009?
By the way, the experts are always wrong in terms of predicting the future
especially in this high speed development era. Welcome to the future…
Topik: Teknologi
1 komentar — Budi Rahardjo on November 5th, 2008
Paten merupakan salah satu cara untuk mendorong terjadinya inovasi. Seorang penemu diberikan sebuah monopoli atas temuannya selama beberapa tahun sehingga harapannya dia dapat mendapatkan imbalan finansial atas temuannya. Setelah mendapat imbalan ini dia kemudian dapat mencari inovasi-inovasi baru lagi. Sehingga seluruh umat manusia akan dapat meningkatkan kualitas hidup dengan adanya inovasi tersebut. Itu ide awalnya.
Sayangnya sekarang paten (dan perlindungan HaKI lainnya) memiliki jiwa yang berbeda. Saat ini paten digunakan untuk mengganjel persaingan dan malah mengganjel terjadinya inovasi. Seorang penemu (atau pengembang) akan menjadi takut-takut dalam eksplorasinya karena jangan-jangan ketika dia melakukan eksplorasi dia malah melanggar paten. Secara masyarakat, kita justru merugi.
Bagaimana pendapat Anda?
Topik: Teknologi
2 komentar — Budi Rahardjo on March 9th, 2008
National Academy of Engineering membuat sebuah situs yang menyampaikan tantangan apa yang harus dihadapi oleh para insinyur. Teknologi apa yang harus dikembangkan, dan seterusnya.
Cerita lengkapnya ada di: www.engineeringchallenges.org
Bagaimana pendapat Anda? Saya sendiri tertarik dengan yang secure cyberspace, karena itu bidang saya.
Topik: Teknologi
2 komentar — Budi Rahardjo on March 9th, 2008
Saya ingin menuliskan tentang teknologi ini dan itu, tetapi nampaknya yang akan saya tulis tersebut tidak seksi lagi karena orang sudah terbiasa menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Ya, teknologi sudah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita.
Ambil teknologi, sisihkan dia, maka kita akan kembali ke jaman batu. Ah, jaman itu pun sudah ada teknologi … teknologi batu kali ya? ha ha ha.
Di sisi lain, kalau saya menuliskan sebuah teknologi yang jauh ke depan nanti dikira hanya mengangan-angan. (Padahal iya. ha ha ha.) Nampaknya ini yang akan saya lakukan. Anda keberatan tidak ya?
6 komentar — Budi Rahardjo on January 13th, 2008
Beberapa kali sudah saya menemukan iklan yang isinya bukan manusia, tetapi avatar. Kalau dahulu mungkin animasi 3D masih terbatas kemampuan tampilannya, tetapi sekarang teknologi sudah semakin maju sehingga tampilannya sudah menyerupai manusia. Bagi yang sudah menonton film Final Fantasy (yang sudah lama itu) paham yang saya maksudkan.
Kemampuan dari komputer jaman dahulu masih terbatas sehingga dibutuhkan supercomputer untuk memodelkan dan melakukan rendering. Sekarang kemampuan komputasi dari komputer sudah meningkat dengan sangat pesat. Mungkin dalam waktu tidak lama lagi semuanya bisa dikerjakan dari garasi kita sendiri. Wah, wah, wah …
Apakah ke depannya akan makin banyak film yang menggunakan avatar? Kita lihat saja.
Eh, jangan-jangan … BR itu sebenarnya tidak ada. Yang ada, hanyalah sebuah avatar. Jangan-jangan gambar header ini juga sebuah hasil rekayasa grafik. Sebuah Avatar …
Topik: Teknologi
8 komentar — Budi Rahardjo on November 26th, 2007
Baru saja saya melihat sebuah link di TED (Technology, Entertainment, Design) tentang TED Prize yang diberikan setiap tahun. Untuk setiap pemenang, mereka diperkenankan untuk mengutarakan sebuah “wish” yang dapat mengubah dunia. Wah luar biasa. Coba Anda lihat linknya di sini:
http://blog.ted.com/2007/11/announcing_2008.php
Saya selalu kagum dengan orang Barat yang memiliki cita-cita setinggi langit. Kadang cita-citanya tersebut masih di luar jangkauan teknologi yang kita miliki saat ini. Kalau tidak itu, biaya untuk mengimplementasikannya sangat mahal. Namun hal tersebut bukan menjadi halangan untuk mereka. Namanya juga cita-cita, ya.
Teknologi akan terus berkembang. Ini hanya masalah waktu saja. Kita tidur, tidak melakukan apa-apa juga, teknologi akan maju terus. (Soalnya yang lain tidak tidur. Ha ha ha. Hanya kita saja yang malas.) Dulu orang tidak akan mengira kita bisa terbang naik pesawat dan bahkan ke luar angkasa. Sekarang hal itu mungkin dilakukan, meskipun dengan skala yang terbatas.
Apa cita-cita Anda? Ingin mengubah dunia? Atau … sekedar mengikuti arus saja?
7 komentar — Budi Rahardjo on October 10th, 2007
Kali ini Business Week memberitakan bahwa gratis merupakan model bisnis yang sedang top hari-hari ini. (Beritanya di sini.)
Di dalam berita itu diceritakan bagaimana band Radiohead merilis album barunya melalui internet. Yang menarik adalah ketika sang pembeli membawa pilihannya melalui “shopping cart” dan siap membayar, sang pembeli bisa menentukan harga sesukannya - termasuk $0 alias gratis. Nah lho. Radiohead mengharapkan pemasukan dari konser mereka dan juga dari produk yang lebih high-end seperti foto, artwork, dan sejenisnya.
Teknologi informasi saat ini demikian luar biasanya sehingga mulai “mengacaukan” model bisnis. Ini baru musik. Bagaimana dengan video? atau lainnya lagi?
Topik: Seni
15 komentar — Budi Rahardjo on October 1st, 2007
Baru saja muncul sebuah pertanyaan, “apakah sinetron yang marak di TV Indonesia itu bisa dikategorikan sebagai sebuah seni?” Halah. Pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Maunya sih menjawab dengan kata tidak, tapi saya tidak punya argumentasi yang kuat untuk itu.
Sebetulnya saya lihat masyarakat sudah mulai muak dengan yang namanya sinetron itu (eh, tapi tetap ditonton ya?) atau acara lain di TV yang isinya teriak-teriak (saya sudah tulis di blog yang lain). Cukup senang juga mendengar bahwa acara “Para Pencari Tuhan” (PPT) merupakan acara yang paling banyak ditonton pada bulan Ramadhan ini dibandingan acara yang lain (termasuk yang bagi-bagi hadiah, dan tentunya harus teriak-teriak). Lho, kan PPT itu sinetron juga. Halah?
Lantas apa hubungannya dengan seni? … mmm … baik-baik saja?
Recent Comments