Budi Rahardjo’s Thoughts
Selamat datang di kolom mengenai seni dan teknologi. Mungkin mengherankan bagi Anda karena saya menggabungkan seni dengan teknologi. Ini ada ceritanya, yang cukup panjang. Untuk sementara cerita itu akan saya tunda. Namun seorang kawan saya pernah bercerita kepada saya bahwa kata “seni” dan “teknologi” di dalam bahasa Yunani memiliki akar kata yang sama. Apa itu? Nah, itu pekerjaan rumah untuk Anda sekalian.
Ha? Bagaimana ini? Belum apa-apa kok para pembaca diberi pekerjaan rumah? Saya senang melibatkan pembaca dalam proses pemahaman karena dengan keterlibatan itu apa yang kita pelajari lebih bisa melekat. Di saat yang sama, saya juga bisa belajar banyak dari para pembaca tulisan ini.
Seni dan teknologi tidak dapat dipisahkan dalam sebuah produk. Ambil contoh produk sebuah mobil. Jika Anda memiliki teknologi untuk membuat kendaraan, kemudian Anda membuat mobil dengan mengabaikan faktor seni. Bisa dijamin mobil Anda akan seperti panser atau tank. (Pikir-pikir, karoseri mobil Indonesia dahulu seperti itu ya?) Siapa yang mau membeli mobil seperti itu jika ada mobil lain yang lebih menarik desainnya?
Salah satu orang yang sangat piawai dalam memadukan seni dan teknologi adalah Steve Jobs, pendiri Apple Computers. Lihat saja bagaimana produk Apple, seperti Macintosh dan iPod, memiliki desain yang elegan. Ada banyak pemutar MP3, tetapi mereka bukan iPod. Jika boleh memilihi, kebanyakan akan memilih iPod.
Sebenarnya masih ada satu aspek lagi, yaitu bisnis. Gabungan ketiganya - teknologi, seni, dan bisnis - baru luar biasa. Kita mendapatkan sebuah produk teknologi yang memiliki manfaat tertentu, indah dipandang, dan memiliki nilai ekonomis. Luar biasa jika Anda bisa menyatukannya.
Di sisi lain, bagaimana jadinya kalau seni tanpa teknologi?
Artikel dituliskan oleh Budi Rahardjo pada Monday, June 11th, 2007 pukul 5:44 pm. Diarsipkan dalam kategori Seni, Teknologi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 10 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
firman firdaus
selamat datang di ABN Pak!
June 11th, 2007 at 10:43 pm
harry
Setuju banget pak. Selaku programmer, makin setuju saya
Kata Matt, code is poetry.
Couldn’t agree more !
Thanks.
June 12th, 2007 at 12:04 am
Emansa
Setuju Pak, Steve Jobs meskipun kuliahnya hanya satu semester dan drop out tetapi tetap menghadiri kuliah kaligrafi di Reed College.
Steve Jobs pernah menyatakan seandainya dirinya tidak belajar kaligrafi, mungkin komputer Mac tidak akan memiliki banyak pilihan font yang indah, dan rapi.
June 12th, 2007 at 7:45 am
adinoto
lah komen saya kok ga muncul? hik hik…
June 12th, 2007 at 9:06 am
adinoto
halah salah kamar
.. di About ke posted nya.
ok kupipes lagi ahhh
adinoto
Biasa pake Windows kayaknya mas BR ini, jadi Apple Computers pake s
hehehee… btw, skrg ga lagi Apple Computer, Inc. tapi sudah ga pake nama Computer mas… tinggal Apple, Inc. karena siap2 mo bisnis ga cuma komputers? halah jadi pake s
*ngacirrrr
June 12th, 2007 at 9:10 am
Wibisono Sastrodiwiryo
Kok saya gak bisa posting comment yah?
Error katanya.
Tapi ini saya coba lagi:
Dari yang pernah saya dengar, seni itu setingkat diatas teknologi. Sebuah karya teknologi yang sempurna dijuluki state of art. Enzo Ferrari bangga sekali karyanya dihargai sebagai produk seni.
Segala sesuatu yang mencapai kesempurnaan akan disebut seni. Karena yang sempurna pastilah indah, yang merupakan salah satu unsur seni.
Sebagai seorang programer saya melihat keindahan dalam algoritma. Walaupun karya saya belum ada yang state of art. Semoga suatu saat nanti Yang Maha Seni bersimpati kepadaku.
Tapi diatas seni masih ada lagi, yaitu suci. Untuk menjadi suci harus ada unsur indah, benar dan baik.
June 12th, 2007 at 2:05 pm
dnial
Ketemu ketemu!
Akar katanya itu artinya “craft” atau keahlian.
Memang benar, baik seni dan teknologi butuh sentuhan keahlian.
Gimana pak Dosen?
June 13th, 2007 at 12:41 pm
bintar
waktu saya baca bagian awal posting, saya sudah kepikiran akan melihat nama Steve Jobs, hehe, saya juga apple fans soalnya. Tentang seni dan teknologi, memang perlu sesuatu yang berbeda untuk menggabungkannya dengan penuh keharmonisan, contohnya saja, agak susah ketika siangnya kita mengetik logic program komputer terus malamnya kita mendandani kemasannya/layout agar menarik. Siang logic,malam nyeni.. hal itu pula yang saya anggap di diri saya belum harmonis secara optimal.
Contoh seni dan teknologi yang lain: Film Animiasi ! Cause i like it
June 14th, 2007 at 11:52 am
adhit
steve jobs…..jadi pengen de ketemu sama dia
hehehe…seni dan teknologi adalah sesuatu yg
berhubungan di zaman moderen ini..
karena sesuatu yg mengandung teknokogi hebat..pasti
memiliki nilai seni yang hebat pula didalamnya..
tanpa seni teknologi ga akan terlihat keren..dan tanpa
teknologi seni akan tetap berjalan di tempat…
gmana pak dosen…coment gw masuk akal ga..
soirryy deeee…kalau ada salah salah kata..
kabur ahhhhhhhhhh………
peace..
December 18th, 2007 at 3:42 pm
novia eka paramitha
saya sangat setuju kalau seni dan tecnologi mang harus di gabungkan..bayangkan kalo orang bikin komputer tanpa seni…pasti penampilannya buat takut..orang seni mang lebih baik karena tampa seni apalah artinya suatu tecnologi yang muktahir sekalipun..g akan laku di bisnisin he..tapi saya juga lagi bingung nimo buat KTi tentang seni dan tecnilogi..capae dech…bisa bantuin saya g mas..atau mb..atau siapa kek tolong ya… krim ke novi_ipunx@yahoo.com
May 15th, 2008 at 2:35 pm