Budi Rahardjo’s Thoughts
Ada orang yang mengatakan bahwa teknologi itu netral. Namun ternyata penerimaan pemanfaat teknologi, dalam bentuk produk, itu masih mengandung pertanyaan. Ada produk yang mudah diterima di sebuah komunitas, tetapi kalah di komunitas lain.
Kita ambil contoh. Friendster sangat digemari oleh orang Indonesia, sementara itu orang Amerika lebih menggemari myspace dan orang Brazil lebih menggemari Orkut. Mengapa demikian? Kajian teknis semata ternyata belum berhasil menghasilkan jawaban yang memuaskan. Ada aspek kultur yang kental di sini. (Hayo, antropolog? budayawan? angkat bicara dengan analisa Anda!)
Ada juga teknologi yang ternyata pemanfaatannya berbeda dengan yang direncanakan. Wartel merupakan salah satu pemanfatan teknologi yang khas Indonesia. Ada lagi yang menarik, yaitu ojek! Mungkin tidak pernah terbayang oleh pabrik motor di luar negeri bahwa motor akan dijakan alat transportasi publik. Ini hanya ada di Indonesia. Lucu memang.
Nah, saat ini ada beberapa kawan yang sedang mencoba membujuk perusahaan asing - khususnya perusaan yang bergerak di bidang IT - untuk melakukan penelitian teknologi yang khas Indonesia. Penelitian ini tidak mungkin dilakukan di luar negeri karena di sana tidak dikenal yang namanya wartel atau ojek. Penelitiannya harus di Indonesia. Mudah-mudahan mereka sadar akan hal ini dan membuka divisi penelitiannya di Indonesia. Sementara itu kita mulai cari teknologi yang khas Indonesia yuk … Kita cari “ojek”nya IT.
Artikel dituliskan oleh Budi Rahardjo pada Wednesday, June 27th, 2007 pukul 1:37 am. Diarsipkan dalam kategori Teknologi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 11 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
Popularitas Portal Social Networking « Wib’s Web World
[…] 27th, 2007 Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan Pak Budi Rahadjo tentang Teknologi Khas Indonesia di […]
June 27th, 2007 at 2:42 am
Wibisono Sastrodiwiryo
Saya tunggu hasil penelitiannya
Untuk teknologi IT yang khas Indonesia gimana kalo warnet? Warnet itu khas Indonesia atau bukan? Memang di luar negeri ada yang dikenal dengan Internet Cafe tapi apakah sama persis teknologi yang dipakai?
Kalo portal berita? hmm.. diluar negeri juga banyak yah? tapi di India yang laku portal showbiz katanya.
June 27th, 2007 at 3:02 am
Priyadi
kalo social networking sih karena network effect. friendster diminati orang indonesia karena disana udah banyak orang indonesia. cuma itu alasannya kayanya. biar jelek, lambat, banyak iklannya, yang penting disana banyak temen.
June 27th, 2007 at 9:23 pm
Budi Rahardjo
Untuk Wibisono, warnet kayaknya tidak khas/unik Indonesia. Ada lagi yang mungkin tidak khas Indonesia, tapi khas Asia yaitu SMS. Ini juga contoh pemanfaatan teknologi yang tidak terprediksi sebelumnya oleh yang buat. Di Indonesia, Filipina, dll. rasanya kalau nggak kirim SMS belum komplit gitu. Kalau di Amerika kelihatannya baru mulai(?).
Jadi … saya masih mencari aplikasi-aplikasi IT yang khas Indonesia.
June 28th, 2007 at 9:21 am
probodj
Ojek tidak hanya ada di Indonesia. Di Bangkok juga ada ojek. Malah di sana lebih maju, karena dikelola oleh pemerintah: ada semacam surat ijin mengojek, dan para pengojek diregistrasi. Jadi ada sedikit perlindungan buat konsumen ojek.
June 28th, 2007 at 10:47 am
tomfreakz
Menarik sekali tulisan Pak Budi. Saya jadi teringat dulu sempat bersama beberapa teman punya ide serupa mencari “ojek”-nya IT untuk komunitas maya di Indonesia, namun usaha itu kemudian “sepertinya” pudar karena kesibukan masing-masing.
Kalo boleh berpendapat, ini ide yang muncul mungkin karena dari pengalaman saya serta pengaruhnya dari luar diri saya. Bahwa demand masyarakat maya di Indonesia terhadap internet sepertinya… sepertinya aja lho ya pak, akan muncul jika ada provokasi / wacana / pertanyaan / ajakan.
Misal: “gile ni cowo/cewe cakep banget… fotonya ngambil dari sini nih gratis” atau “Videonya si ini ada ga di situ?” whahaha gatau ya.. kayanya kalo ini mah naluri alami orang normal hehe…
Tapi ya mungkin juga memang faktanya melalui internet, orang dapat mencari pasangannya dengan TAHAPAN yang mungkin dirasa lebih enak dibanding face to face langsung… mulai dari lihat profile, atau sekedar asl pls di chatroom, beralih ke email, atau mungkin videocam chatting, sampai dirasa kukuh untuk bertemu secara offline hehe *tampak berpengalaman… kekeke ah ga juga kok..
Selain itu, komunitas di Indonesia juga sepertinya banyak dari teman2 yang tertarik dengan security terutama pada level script kiddies sampai menengah… *kayanya juga sih..
Kemudian baru-baru ini.. era blog hadir sehingga banyak temen2 saya yang tadinya gaptek.. jadi jagoan dalam mem-FULLWIDGET-kan situs blognya kekeke
kemudian banyak orang yang punya fasilitas internet di kantornya meng-onlinekan dirinya di YM… dengan beragam statusnya hehehe,
Wew.. saya tampak menulis blog di blog orang jadinya?? *jadi malu
Mungkin kesimpulan saya, kebutuhan internet di Indonesia saat ini memang sudah cukup berkembang. Namun produk yang dipakai masih produk luar, seperti FS, YM, Google dan produk dengan konsep social networking serta wiki lainnya. … mungkin.
June 28th, 2007 at 1:49 pm
Wibisono Sastrodiwiryo
@Priyadi, network efek pada online social networking hanya efektif bila sudah ada komunitasnya. Seperti yang Pri bilang sudah ada banyak orang Indonesia di Friendster tapi bagaimana bisa ada banyak orang Indonesia disana, apa yang membuat Friednster sudah banyak ada orang Indonesianya disana? Saya rasa itu pertanyaan yang lebih mendasar yang kalau ketemu jawabanya maka bisa dipakai untuk diaplikasikan pada portal yang lain.
@Pak Budi, saya pernah punya client Bule yang ngaku sebel kalo terima sms karena dia harus jawab itu sms. Ternyata bule memang tidak suka bersms. Tapi kenapa ya?
Kalo lagi jalan jalan di Mall saya suka liat gerai content HP (ringtone dll), gerai sangat sederhana cuma meja PC+Multimedia. Kalo di luarnegri ada gak yah gerai kaya gitu? kalo enggak berarti ini spesifik Indonesia(?)
BTW nih blog jam di servernya kayaknya maju 2 jam deh…
June 28th, 2007 at 9:24 pm
dnial
Portal gossip artis?
Atau game online gratisan (dengan harus membayar untuk item/skill/modifikasi karakter tertentu)?
Yang terakhir adalah penggerak gamecenter di Indonesia.
June 30th, 2007 at 11:21 am
Perkembangan iGADD « Budi Rahardjo
[…] meminta mereka untuk bekerjasama mencari solusi yang khas Indonesia. (Yang ini pernah saya bahas di tulisan lain di Asia Blogging Network.) Suka atau tidak suka, permasalahan di Indonesia ini khas sekali. Implementasi yang dibuat dengan […]
July 25th, 2007 at 8:00 am
Rangga
gmn lw kt bwt game ala indonesia dan disebarkan ke seluruh dunia tp dengan catatan bagi orang-orang indonesia game tersebut gratis…. apalagi klw game itu menyangkut pendidikan…………..
karena banyak khas indonesia yg tidak dimiliki oleh negara lain
May 31st, 2008 at 5:09 pm
Rangga
kita bwt indonesia maju jangan mau ngalah dengan negara lain dengan teknologinya yang semakin tinggi……….
May 31st, 2008 at 5:10 pm