<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Voucher Pulsa Seluler Sebagai Alat Bayar</title>
	<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/</link>
	<description>Budi Rahardjo's Thoughts</description>
	<pubDate>Mon, 08 Sep 2008 00:15:07 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
		<item>
		<title>By: Gede B. Mahartapa</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-1059</link>
		<dc:creator>Gede B. Mahartapa</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 19:12:29 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-1059</guid>
		<description>&lt;p&gt;Dear Pak Budi, mudah2an masih ingat saya. Dulu saya sering merepotkan pak budi dengan pendaftaran domain waktu kerja dgn pak Sanjaya di indonet.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Coba tengok situs saya. www.gudangvoucher.com.
Saya launch sejak th 2004, paling tidak sekarang jadi andalan untuk pembayaran game online, akses internet, VoIP, dan beberapa e-commerce.
Paling tidak 6.000 transaksi per bulan bisa saya dapat.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Menurut saya micropayment pakai pulsa masih belum efektif untuk indonesia.
Alasannya? Karena voucher seluler di indonesia masih high cost. Rantai distribusinya masih terlalu panjang, sehingga margin yang diperlukan oleh operator terlalu tinggi.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saya juga bergerak di bidang content provider. Teman2 content provider juga menerapkan pembayaran content via SMS. Tapi revenue sharing yang diminta operator paling kecil 40% jadi sering gak masuk di hitungan bisnis.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dear Pak Budi, mudah2an masih ingat saya. Dulu saya sering merepotkan pak budi dengan pendaftaran domain waktu kerja dgn pak Sanjaya di indonet.</p>
<p>Coba tengok situs saya. <a href="http://www.gudangvoucher.com." rel="nofollow">http://www.gudangvoucher.com.</a><br />
Saya launch sejak th 2004, paling tidak sekarang jadi andalan untuk pembayaran game online, akses internet, VoIP, dan beberapa e-commerce.<br />
Paling tidak 6.000 transaksi per bulan bisa saya dapat.</p>
<p>Menurut saya micropayment pakai pulsa masih belum efektif untuk indonesia.<br />
Alasannya? Karena voucher seluler di indonesia masih high cost. Rantai distribusinya masih terlalu panjang, sehingga margin yang diperlukan oleh operator terlalu tinggi.</p>
<p>Saya juga bergerak di bidang content provider. Teman2 content provider juga menerapkan pembayaran content via SMS. Tapi revenue sharing yang diminta operator paling kecil 40% jadi sering gak masuk di hitungan bisnis.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: PlasmaNet</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-1043</link>
		<dc:creator>PlasmaNet</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 08:35:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-1043</guid>
		<description>&lt;p&gt;p' Budi Rahardjo, yth.
saya kok kepikiran, gimana kalau konsep yang dikemukakan di atas kita uji coba di lapangan?
saat inikan banyak bermunculan jasa operator pulsa elektrik,via handphone bahkan kita juga bisa kirim deposit antar sesama member.
Langkah pertama kita bisa memanfaatkan perusahaan yang melayani pulsa elektrik saja dulu, atau dengan membuat perusahaan sendiri.
melalui konsep transpor deposit ini dapat dikembangkan dan diperluas untuk lalu-lintas pengiriman dan penerimaan uang,,,,tapi memang penerimaannya dalam bentuk deposit yg dapat ditukarkan kembali dalam uang (rupiah).
saat ini saya sengaja uji coba ikut member di salah satu penjualan pulsa elektrik. tetapi yang lebih banyak saya lakukan menerapkan pengiriman deposit ke member saya. Contoh saya stock deposit senilai 1 juta, lalu deposit itu saya split ke member sesuai kebutuhan) member dpt melakukan transksi penjualan voucher ke consumen.
Yang menarik, saya punya keluarga di kampung, lokasinya memang jauh dari pusat perkotaan (keramaian).  Saya mendaftarkan nomor hp-nya, lalu saya kirim deposit kepadanya. karena jarak bank seperti BRI/mandiri sangat jauh, jadi kebutuhan deposit saya penuhi dari Jakarta setelah terkumpul dia juga melakukan kembali deposit ke bank setelah dana tercukupi dengan memperhitungkan biaya transport, dll.
yang lucunya lagi, waktu itu adalah salah satu keluarga yang mendesak butuh dana cash untuk biaya berobat..untunglah dana deposit dari Jakarta masih belum ditransfer jadi dpt dimanfaatkannya.
Hal lain, ada seorang teman saat ini kuliah di Jakarta. kebetulan hp dia dan milik adiknya di kampung sudah diregristasi sebagai member jualan pulsa. Ketika kakaknya yang kuliah di yogya butuh uang jajan....adiknya mengirim deposit kepada kakaknya, dan kebetulan juga sebelah tempat costnya ada counter yang memakai produk sama, jadi depositnya dpt ditukar dgn uang tunai.
mungkin kalau diskusi kalau ada waktu dpt kita bicarakan tentang konsep binisnya....tapi ide yang menarik dpt disosialisasikan untuk pemdakab dengan tujuan utamanya adalah bagaimana mempercepat proses pemasukan uang dari kota ke daerah (pedesaan). Alasan saya di daerah tidak semua bank dpt terjangkau masyarakat. Alternatif sebagai pusat ada di kantor desa.
Kantor desa nantinya meregistrasi nomor-nomor hp masyarakatnya yang hendak mencari kerja di luar daerah, termasuk TKI/TKW.
Jika proses ini sudah membumi....kemungkinan proses voucher sebagai transaksi dpt terwujud dgn cepat.
Untuk itu, perlu sosialisasi ke pemdakab, sasaran uji coba: pemdakab sragen atau pemdakab lainnya.
wassalam&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;085695498993&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>p&#8217; Budi Rahardjo, yth.<br />
saya kok kepikiran, gimana kalau konsep yang dikemukakan di atas kita uji coba di lapangan?<br />
saat inikan banyak bermunculan jasa operator pulsa elektrik,via handphone bahkan kita juga bisa kirim deposit antar sesama member.<br />
Langkah pertama kita bisa memanfaatkan perusahaan yang melayani pulsa elektrik saja dulu, atau dengan membuat perusahaan sendiri.<br />
melalui konsep transpor deposit ini dapat dikembangkan dan diperluas untuk lalu-lintas pengiriman dan penerimaan uang,,,,tapi memang penerimaannya dalam bentuk deposit yg dapat ditukarkan kembali dalam uang (rupiah).<br />
saat ini saya sengaja uji coba ikut member di salah satu penjualan pulsa elektrik. tetapi yang lebih banyak saya lakukan menerapkan pengiriman deposit ke member saya. Contoh saya stock deposit senilai 1 juta, lalu deposit itu saya split ke member sesuai kebutuhan) member dpt melakukan transksi penjualan voucher ke consumen.<br />
Yang menarik, saya punya keluarga di kampung, lokasinya memang jauh dari pusat perkotaan (keramaian).  Saya mendaftarkan nomor hp-nya, lalu saya kirim deposit kepadanya. karena jarak bank seperti BRI/mandiri sangat jauh, jadi kebutuhan deposit saya penuhi dari Jakarta setelah terkumpul dia juga melakukan kembali deposit ke bank setelah dana tercukupi dengan memperhitungkan biaya transport, dll.<br />
yang lucunya lagi, waktu itu adalah salah satu keluarga yang mendesak butuh dana cash untuk biaya berobat..untunglah dana deposit dari Jakarta masih belum ditransfer jadi dpt dimanfaatkannya.<br />
Hal lain, ada seorang teman saat ini kuliah di Jakarta. kebetulan hp dia dan milik adiknya di kampung sudah diregristasi sebagai member jualan pulsa. Ketika kakaknya yang kuliah di yogya butuh uang jajan&#8230;.adiknya mengirim deposit kepada kakaknya, dan kebetulan juga sebelah tempat costnya ada counter yang memakai produk sama, jadi depositnya dpt ditukar dgn uang tunai.<br />
mungkin kalau diskusi kalau ada waktu dpt kita bicarakan tentang konsep binisnya&#8230;.tapi ide yang menarik dpt disosialisasikan untuk pemdakab dengan tujuan utamanya adalah bagaimana mempercepat proses pemasukan uang dari kota ke daerah (pedesaan). Alasan saya di daerah tidak semua bank dpt terjangkau masyarakat. Alternatif sebagai pusat ada di kantor desa.<br />
Kantor desa nantinya meregistrasi nomor-nomor hp masyarakatnya yang hendak mencari kerja di luar daerah, termasuk TKI/TKW.<br />
Jika proses ini sudah membumi&#8230;.kemungkinan proses voucher sebagai transaksi dpt terwujud dgn cepat.<br />
Untuk itu, perlu sosialisasi ke pemdakab, sasaran uji coba: pemdakab sragen atau pemdakab lainnya.<br />
wassalam</p>
<p>085695498993</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Durjana</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-1029</link>
		<dc:creator>Durjana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 18:30:09 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-1029</guid>
		<description>&lt;p&gt;Konsep system pembayaran model gitu dah ada yg punya hak paten nya om budi. (Kayak sms asuransi jg dah ada yg punya patenya tuh) Bisa jadi itu masalahnya operator g jalanin. Kalo mau jalanin konsep itu selain faktor non teknis+ regulasi, ya operator kudu bayar licensi paten konsep itu. Kalo om budi jeli, ada koran dibeberapa propinsi yang kerjasama ama mpu pemilik paten itu untuk kepentingan pemasangan iklan dikoran bersangkutan. Kabar terakhir, hak paten nya mau dilepas n sedang dtawarkan ke beberapa pihak om. Wah berapa ratus M ya harga hak patennya kalo emang bikin untung provider?? :-S 
Sy pernah baca ribut-ribut garuda ama lion air gara-gara hak paten e-ticket tuh. Kalo g salah lion kena denda brp M gt deh tu.
Ngomong-ngomong soal provider, licensi mrk kan cuma buat dibidang telekomunikasi om, emang bukan buat payment gt. Tp g tau juga nding kalo paten td dibeli ama provider, mungkin bisa jalanin konsep tsb + didukung ama regulasi pemerintah n bisa melarang provider laenya jalanin konsep sejenis selama 10thn kcuali pihak laen beli licensi ama pemilik patenya tuh:-)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Konsep system pembayaran model gitu dah ada yg punya hak paten nya om budi. (Kayak sms asuransi jg dah ada yg punya patenya tuh) Bisa jadi itu masalahnya operator g jalanin. Kalo mau jalanin konsep itu selain faktor non teknis+ regulasi, ya operator kudu bayar licensi paten konsep itu. Kalo om budi jeli, ada koran dibeberapa propinsi yang kerjasama ama mpu pemilik paten itu untuk kepentingan pemasangan iklan dikoran bersangkutan. Kabar terakhir, hak paten nya mau dilepas n sedang dtawarkan ke beberapa pihak om. Wah berapa ratus M ya harga hak patennya kalo emang bikin untung provider?? :-S<br />
Sy pernah baca ribut-ribut garuda ama lion air gara-gara hak paten e-ticket tuh. Kalo g salah lion kena denda brp M gt deh tu.<br />
Ngomong-ngomong soal provider, licensi mrk kan cuma buat dibidang telekomunikasi om, emang bukan buat payment gt. Tp g tau juga nding kalo paten td dibeli ama provider, mungkin bisa jalanin konsep tsb + didukung ama regulasi pemerintah n bisa melarang provider laenya jalanin konsep sejenis selama 10thn kcuali pihak laen beli licensi ama pemilik patenya tuh:-)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dani</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-278</link>
		<dc:creator>Dani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Sep 2007 03:46:00 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-278</guid>
		<description>&lt;p&gt;Pak Budi,&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kayanya kita ngga perlu repot-repot bikin semacam Paypal di Indonesia atau micropayment lainnya. Saya baru nemu artikel ini semalam.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;&lt;a href="http://bisnisweb.blogspot.com/2007/09/ramadhan-update-paypal-untuk-orang.html" rel="nofollow"&gt;http://bisnisweb.blogspot.com/2007/09/ramadhan-update-paypal-untuk-orang.html&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Budi,</p>
<p>Kayanya kita ngga perlu repot-repot bikin semacam Paypal di Indonesia atau micropayment lainnya. Saya baru nemu artikel ini semalam.</p>
<p><a href="http://bisnisweb.blogspot.com/2007/09/ramadhan-update-paypal-untuk-orang.html" rel="nofollow">http://bisnisweb.blogspot.com/2007/09/ramadhan-update-paypal-untuk-orang.html</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indra</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-194</link>
		<dc:creator>Indra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 18:24:49 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-194</guid>
		<description>&lt;p&gt;@Wibisono,
Betul. Kendala non programming yang bakalan bikin repot. Bagaimana kalau ada yang bikin konsepnya trus ditawarkan kepada yang 'berkuasa' (atas hal-hal yang bersifat non teknis, finansial, birokrasi dsb)?&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Biar pak Budi tidak perlu memborong semuanya? he he..&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Kebetulan saya hanya bisa provokasi ;-)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Bener lho. Meskipun misal Paypal buka akses penuh membuat sebagian besar dari kita senang, ada sedikit rasa ngga rela karena bakal banyak dana ketarik ke luar (negeri).&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Wibisono,<br />
Betul. Kendala non programming yang bakalan bikin repot. Bagaimana kalau ada yang bikin konsepnya trus ditawarkan kepada yang &#8216;berkuasa&#8217; (atas hal-hal yang bersifat non teknis, finansial, birokrasi dsb)?</p>
<p>Biar pak Budi tidak perlu memborong semuanya? he he..</p>
<p>Kebetulan saya hanya bisa provokasi <img src='http://mytechblogs.com/budirahardjo/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bener lho. Meskipun misal Paypal buka akses penuh membuat sebagian besar dari kita senang, ada sedikit rasa ngga rela karena bakal banyak dana ketarik ke luar (negeri).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Rahardjo</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-189</link>
		<dc:creator>Budi Rahardjo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Aug 2007 00:09:31 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-189</guid>
		<description>&lt;p&gt;Kalau keinginan buat PayPal sih ada. Masalahnya adalah waktu saja. Sekarang, dengan berbagai aktivitas dan inisiatif saya saja sudah kerepotan. Apalagi kalau buat inisiatif baru... Wah, bisa kedodoran semua. (Nanti dikira mau memborong semua kerjaan. he he he.)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Dulu, Eka Ginting (Bali Online / indo.com) pernah mencoba berinisiatif. Rasanya sekarang dia punya micropayment akan tetapi untuk lingkungan kelompoknya dia saja (friends and families).&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau keinginan buat PayPal sih ada. Masalahnya adalah waktu saja. Sekarang, dengan berbagai aktivitas dan inisiatif saya saja sudah kerepotan. Apalagi kalau buat inisiatif baru&#8230; Wah, bisa kedodoran semua. (Nanti dikira mau memborong semua kerjaan. he he he.)</p>
<p>Dulu, Eka Ginting (Bali Online / indo.com) pernah mencoba berinisiatif. Rasanya sekarang dia punya micropayment akan tetapi untuk lingkungan kelompoknya dia saja (friends and families).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Wibisono Sastrodiwiryo</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-187</link>
		<dc:creator>Wibisono Sastrodiwiryo</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 12 Aug 2007 19:47:05 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-187</guid>
		<description>&lt;p&gt;Saya mau tuh bikin paypal Indonesia dan malah udah pernah bikin konsep tapi gak saya terusin karena kendala non-programming. Untuk bikin aplikasinya no problem dan saya rasa banyak yang bisa tapi untuk hal yang lain seperti misalnya untuk bisa merekrut dana dari masyarakat maka kita harus punya ijin operasional sebagai perusahaan moneter seperti bank.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Paypalkan menerima dana dari publik dan menyimpanya dalam database mereka, ini sama dengan bank. Kalo konsepnya di modifikasi mungkin bisa tapi mengurangi likuiditas ketika anggota ingin menguangkan saldonya.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Contohnya repotnya menguangkan pulsa tadi diatas, kalo kita punya pulsa 100 rb maka gak semudah itu bisa di transfer ke orang lain 100 rb pula. XL hanya mengijinkan transfer pulsa per 3000, itupun kena biaya Rp 99 per transfer.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Saya lagi nunggu yang punya konsep yang inovatif, kalo ada yang punya dan cocok saya mau gabung jadi developernya, kerja sama bagi hasil saya rasa paling cocok.&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya mau tuh bikin paypal Indonesia dan malah udah pernah bikin konsep tapi gak saya terusin karena kendala non-programming. Untuk bikin aplikasinya no problem dan saya rasa banyak yang bisa tapi untuk hal yang lain seperti misalnya untuk bisa merekrut dana dari masyarakat maka kita harus punya ijin operasional sebagai perusahaan moneter seperti bank.</p>
<p>Paypalkan menerima dana dari publik dan menyimpanya dalam database mereka, ini sama dengan bank. Kalo konsepnya di modifikasi mungkin bisa tapi mengurangi likuiditas ketika anggota ingin menguangkan saldonya.</p>
<p>Contohnya repotnya menguangkan pulsa tadi diatas, kalo kita punya pulsa 100 rb maka gak semudah itu bisa di transfer ke orang lain 100 rb pula. XL hanya mengijinkan transfer pulsa per 3000, itupun kena biaya Rp 99 per transfer.</p>
<p>Saya lagi nunggu yang punya konsep yang inovatif, kalo ada yang punya dan cocok saya mau gabung jadi developernya, kerja sama bagi hasil saya rasa paling cocok.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indra</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-178</link>
		<dc:creator>Indra</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 06:29:03 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-178</guid>
		<description>&lt;p&gt;Pak Budi,&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;situsnya sudah bisa saya akses. Tapi donasinya tidak/belum saya lakukan :)&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Ini dia alasannya:
- Masalah micropayment menurut saya, 1000% terpecahkan.
- Masalah lain, sebagian donatur (setidaknya saya) terpaksa harus ninggalin komputer sebentar untuk beli pulsa.&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Pak Budi nggak ada keinginan untuk berinisiatif bikin paypal ala Indonesia?&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Budi,</p>
<p>situsnya sudah bisa saya akses. Tapi donasinya tidak/belum saya lakukan <img src='http://mytechblogs.com/budirahardjo/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ini dia alasannya:<br />
- Masalah micropayment menurut saya, 1000% terpecahkan.<br />
- Masalah lain, sebagian donatur (setidaknya saya) terpaksa harus ninggalin komputer sebentar untuk beli pulsa.</p>
<p>Pak Budi nggak ada keinginan untuk berinisiatif bikin paypal ala Indonesia?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Budi Rahardjo</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-177</link>
		<dc:creator>Budi Rahardjo</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Aug 2007 02:08:48 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-177</guid>
		<description>&lt;p&gt;Mas Indra, budi.insan.co.id bisa kok dibrowsing dari sini (saya lagi di luar kota). :)
Ditunggu eksperimen donasinya. ...&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mas Indra, budi.insan.co.id bisa kok dibrowsing dari sini (saya lagi di luar kota). <img src='http://mytechblogs.com/budirahardjo/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> Ditunggu eksperimen donasinya. &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Indra</title>
		<link>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-172</link>
		<dc:creator>Indra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Aug 2007 08:24:13 +0000</pubDate>
		<guid>http://mytechblogs.com/budirahardjo/2007/06/30/voucher-pulsa-seluler-sebagai-alat-bayar/#comment-172</guid>
		<description>&lt;p&gt;Pak Budi, saya mau jajal donasinya tapi insan.co.id-nya lagi down :(&lt;/p&gt;

&lt;p&gt;Sebenarnya, mumpung PayPal belum sadar bahwa membatasi orang Indonesia merupakan kekeliruan, saya rasa ada baiknya kalau ada yang berani mengambil peluang tersebut. Jadi nggak perlu tanggung-tanggung dengan model pembelian pulsa ;-)&lt;/p&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak Budi, saya mau jajal donasinya tapi insan.co.id-nya lagi down <img src='http://mytechblogs.com/budirahardjo/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebenarnya, mumpung PayPal belum sadar bahwa membatasi orang Indonesia merupakan kekeliruan, saya rasa ada baiknya kalau ada yang berani mengambil peluang tersebut. Jadi nggak perlu tanggung-tanggung dengan model pembelian pulsa <img src='http://mytechblogs.com/budirahardjo/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
