Budi Rahardjo’s Thoughts
Ingin tahu contoh gabungan (produk) teknologi dan seni? Jawabannya adalah iPod buatan Apple itu.
Sebelum membeli iPod nano, saya sudah memiliki dua buah pemutar MP3 (MP3 player). Tadinya saya berpikir, apa sih hebatnya iPod sehingga orang membeli produk ini. Dia kan bukan produk MP3 yang pertama. Biasanya pasar kan didominasi oleh yang pertama keluar.
Ternyata setelah membeli iPod nano itu saya baru bisa merasakan perbedaannya. Setelah merasakan iPod ini, lantas saya tidak bisa lepas dari dia. Desain dari iPod ini memang luar biasa. Sederhana. Di dalam kesederhanaannya itu terdapat teknologi yang luar biasa.
Lihat saja bagaimana Apple membuat user interface yang menarik dengan keterbatasan ruang untuk meletakkan tombol pengatur operasi iPod itu. Dengan hanya memutar dial yang elegan, maka saya bisa mengakses menu yang tersusun dengan rapi. Pada pemutar MP3 lainnya, hal ini dikerjakan sambil lalu saja. Para pembuat pemutar MP3 lainnya ini tidak memiliki rasa seni. (They don’t have good taste.)
Tentu saja penampilan yang cantik tanpa didukung dengan penerapan teknologi yang benar tidak ada artinya. Benda kita hanya akan menjadi pajangan saja atau malah jadi ganjel pintu.
Harus diakui Apple memang sangat menguasai pembuatan software yang elegan. Steve Jobs sendiri mengatakan bahwa Apple itu sebetulnya adalah perusahaan software. iPod itu sebenarnya hanya software yang memiliki kotak yang indah.
iPod dan iTunes menyelamatkan Apple dari kebangkrutan. Apple yang sudah akan karam ternyata muncul ke permukaan dan bahkan merajai dunia musik digital. Oh ya, memang Steve Jobs dan Apple dikenal dengan produk-produknya yang elegan - berseni. Bayangkan kalau produk mereka hanya berbentuk kotak dengan LCD seadanya saja, sudah pasti Apple karam betulan.
Artikel dituliskan oleh Budi Rahardjo pada Tuesday, July 10th, 2007 pukul 9:31 pm. Diarsipkan dalam kategori Seni, Teknologi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 10 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
adinoto
Budi said:
Bayangkan kalau produk mereka hanya berbentuk kotak dengan LCD seadanya saja, sudah pasti Apple karam betulan.
-> Macnoto answer:
Kalo kotak dan LCD seadanya ya pasti bukan Apple.
July 13th, 2007 at 11:44 am
Irvan
Apple gitu lho ! hihihi
-IT-
July 13th, 2007 at 1:12 pm
widodo
ada produk mp4 yang tidak kalah nyeni. Digi Boy. Saya lihat produk mp4 yang lain tidak se praktis, dan tentu saja selegan dia.
July 31st, 2007 at 11:13 am
bintar
saya uga salut banget dengan apple. Entah bagaimana, produknya selalu ada selera seni-nya. Jadi tertantang membuat hal yang sama untuk Indonesia, mari…
August 6th, 2007 at 6:15 pm
Rahady
Hehe.. sebenarnya yang keren nggak cuma dari disain produknya aja. Tapi mulai pertama kali beli, Apple udah memperhitungkan seni dan disain.
Semua produknya dari mulai terpajang di toko udah terbungkus rapi (tidak bisa dibuka, ga perlu ditempeli stiker garansi). Kemasan yang membungkus produknya juga istimewa. Ketika pertama kali membuka packaging iPod 20gigs generasi 4 (masih B&W), perasaan ini senengnya bukan main! Kemasannya aja dipikirkan sedemikian rumit, tapi sekaligus sangat sederhana. Beda jauh dengan produk lain (apalagi produk Indonesia). Pernah beli HP, trus kotak kardusnya jadi kebanggaan?
Aku juga ada MP3 player keluaran Creative. Dengan fitur jauh lebih lengkap dari iPod, tapi nggak tau kenapa, menggunakannya nggak se-seneng ketika menggunakan iPod. Istriku yang ga terlalu tech~minded, pertama kali mengoperasikan iPod, ga ada pertanyaan sama sekali! Langsung enjoy.. Tapi ketika mencoba MP3 player lain, bingung “eh, kalo mau dengerin lagu yang tadi gimana ya?”.
–
Yuk yuk, buat hal yang sama untuk Indonesia.. hehe
August 7th, 2007 at 12:58 pm
Ellena
sebenernya saya bngung antara mau beli mp4 atau ipod nano.. karna penjual toko elektronik langganan teman saya bilang, skrng mp4 lebi bnyk dicari ketimbang ipd.. model mp4 ini sama, BETUL2 SAMA dengan ipod.. kecil, tipis, smpai warnanya pun sama! (ada berbagai macam warna)
penjual tokonya bilng klo mp4 lebih canggih, bisa video, kamera, dll.. harga pun lebih murah.. lantas saya jd bngung.. tp ketika saya membaca situs ini, saya jd yakin, i’ll probably choose IPOD.. it’s more elegance and more enjoyable! im sure
September 11th, 2007 at 3:05 am
Budi Rahardjo
Begini. Memang fitur dari MP4 buatan nggak jelas itu lebih banyak. Dia bisa digunakan untuk memutar video, sementara iPod nano tidak. Desainnya pun mirip, tetapi sekali lagi dia bukan iPod!
Dicoba kualitas suaranya dulu. Kebanyakan MP4 player meskipun fiturnya banyak tetapi kualitas suaranya kurang baik. Ada yang bilang, toh earphone yang digunakan juga jelek dan juga ini untuk di jalan. Asal bunyi aja. Ya, begitulah. Jika memang Anda puas dengan asal bunyi, maka pemutar MP4 itu lebih cocok.
September 14th, 2007 at 10:52 am
masliliks
Pixar is the most technically advanced creative company; Apple is the most creatively advanced technical company.
September 24th, 2007 at 7:33 pm
adhit
apalagi yg harus di katakan ipod itu memang cool
asli gabungan teknologi dan seni yg sempurna…
good job..steve jobs…n apple…
December 18th, 2007 at 3:54 pm
sonny
menurut saya ipod agak repot juga y….
repot nya itu pada saat kita akan memasukkan lagu, mesti pake software itunes.
he…:D
October 13th, 2008 at 1:54 am