Budi Rahardjo’s Thoughts
Harian Bisnis Indonesia menampilkan berita tentang GURU, aplikasi virtual reality (VR) yang dikembangkan oleh beberapa mahasiswa Teknik Informatika ITB (Victor, Andri, Audi Primadhanty, Pascal). Aplikasi ini menggunakan kombinasi sarung tangan elektronik (untuk mendeteksi gerakan tangan dan jari) dan kacamata digital (untuk melihat peragaan 3 dimensi).
Saya cukup senang juga mendengar berita ini karena tadinya saya pikir dunia virtual reality sudah mati suri. Ternyata masih ada tanda-tanda kehidupan di sana. Entah kalau di dunia sana (maksudnya di negara lain, bukan di dunia virtual - ha ha ha).
Aplikasi yang dibidik oleh GURU adalah aplikasi pendidikan, sesuai dengan namanya. Pengguna dapat belajar mengenai apa saja dan dapat berinteraksi dalam bentuk tiga dimensi. Tapi, kalau melihat kondisi Indonesia, kemungkinan aplikasi Games akan lebih cepat dapat diterima daripada aplikasi pendidikan ya? Hanya saja, main DOOM saja sudah bikin pusing, apalagi kalau pakai aplikasi ini ya? Betul-betul bisa terasa di dunia sana (kali ini di dunia virtual, maksudnya).
Artikel dituliskan oleh Budi Rahardjo pada Wednesday, July 11th, 2007 pukul 3:31 pm. Diarsipkan dalam kategori Teknologi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 3 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
Putu Alberto Lee
Wah, koq gak ada screenshot?
July 12th, 2007 at 5:58 pm
sufehmi
Sekarang sudah mulai terbalik lho pak - console game dipakai untuk pendidikan
yaitu sejak adanya Nintendo Wii.
Kemarin ini saya nyoba Big Brain, wah bagus banget. Gamenya mendidik dan mengasah otak, tanpa terasa demikian sama sekali !
Sangat kreatif.
Nah, mungkin riset2 seperti GURU ini bisa mencoba memanfaatkan Wii sebagai platformnya mungkin? Karena memang sudah di desain untuk ini, jadi kita tidak pusing soal platform, dan bisa langsung fokus ke aplikasi.
Kemarin ini barusan ada pengumuman launching WiiFit. Dengan WiiFit, gerakan seluruh tubuh kita jadi bisa terdeteksi oleh Wii. Demonya memperlihatkan si presenter melompat, dan di layar lebar terlihat player juga melompat, dan berhasil menyundul bola yang sedang melayang. Wow.
Ide pemanfaatan WiiFit ini adalah untuk game-game olahraga (hence the name), namun tentu tidak terbatas pada itu saja.
Beberapa bahasan soal Nintento Wii:
http://pianoloco.wordpress.com/
Tentang Wiimote
July 13th, 2007 at 11:50 am
Virtual Reality Mati Suri? « GAIBlog
[…] masih terhitung sedikit dan kemunculannya yang angin-anginan. mungkin kondisi inilah yang membuat Budi Raharjo mengira pengembangan VR di Indonesia seperti ‘mati suri’. Mungkin penyebab mati […]
October 8th, 2007 at 7:18 pm