Budi Rahardjo’s Thoughts
Baru saja muncul sebuah pertanyaan, “apakah sinetron yang marak di TV Indonesia itu bisa dikategorikan sebagai sebuah seni?” Halah. Pertanyaan yang tidak bisa saya jawab. Maunya sih menjawab dengan kata tidak, tapi saya tidak punya argumentasi yang kuat untuk itu.
Sebetulnya saya lihat masyarakat sudah mulai muak dengan yang namanya sinetron itu (eh, tapi tetap ditonton ya?) atau acara lain di TV yang isinya teriak-teriak (saya sudah tulis di blog yang lain). Cukup senang juga mendengar bahwa acara “Para Pencari Tuhan” (PPT) merupakan acara yang paling banyak ditonton pada bulan Ramadhan ini dibandingan acara yang lain (termasuk yang bagi-bagi hadiah, dan tentunya harus teriak-teriak). Lho, kan PPT itu sinetron juga. Halah?
Lantas apa hubungannya dengan seni? … mmm … baik-baik saja?
Artikel dituliskan oleh Budi Rahardjo pada Monday, October 1st, 2007 pukul 5:10 pm. Diarsipkan dalam kategori Seni. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 14 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
Seni Sinetron « Padepokan Budi Rahardjo
[…] nulis yang agak serius di blog Asia Blogging Network (ABN), tetapi kok jadinya seperti ini (”Sinetron dan Seni“). Hi hi hi. Silahkan meluncur ke TKP sana saja […]
October 1st, 2007 at 5:12 pm
Andri Setiawan
hmm… intinya apa nih?
October 1st, 2007 at 6:22 pm
mathematicse
Iya PPT itu asyik, bisa ditonton juga lewat You Tube
October 1st, 2007 at 11:10 pm
Dandunk
Halo Pak….
Sinetron juga seni loh pak; mereka (org2 creative & produksi) juga ber ide dan berkarya buat bisa jadi ’sinetron’ dan mereka menggabungkan art and Tech juga pak :)…..cuma kan ada grade nya, hehehe…klo PPT itu bisa di grade A, trus sinetron yg itu di grade B, sinetron yg ini di grade C; .. tp saya juga gak nyaman tuh denger teriak2 pas sedang sahur….
October 2nd, 2007 at 5:44 pm
Wibisono Sastrodiwiryo
Sinetron terdiri dari beberapa unsur seni secara garis besar:
Sastra(naskah/skenario),Musik(soundtrack),Teater(akting)
October 3rd, 2007 at 7:52 am
dobelden
Hidup PPT
October 3rd, 2007 at 2:24 pm
R. Abimanyu Yusuf
Saya PRIBADI,
Saya Muak dengan Sinetron Indonesia, semakin banyak yg tidak mendidik.
namun, saya sependapat dengan pak budi.. “saya tidak punya argumentasi yang kuat untuk itu.”
karena, Bantahan mengenai itu sangat sukar untuk diselesaikan.. seperti pengacara? teteep… “saya tidak punya argumentasi yang kuat untuk itu.”
Minal Aidin Walfaidzin…. ^_^
October 11th, 2007 at 9:27 am
Budi Rahardjo
Ya, secara rasa nampaknya kebanyakan kurang puas dengan sinetron Indonesia. Namun secara ilmu (seni), kita tidak tahu dimana letak kesalahannya. Maklum, kita kan bukan ahli seni.
Yang saya heran, mestinya ada ahli ilmu seni yang dapat menjelaskan dimana letak salahnya seni sinetron Indonesia ini.
Atau, jangan-jangan, tidak ada yang salah. Kita saja yang aneh. he he he.
October 11th, 2007 at 12:46 pm
R. Abimanyu Yusuf
mungkin saja yah pak… he.. he.. he..
Maaf buat teman2 yg berkecimpung di dunia Sinetron… Minal Aidin Walfaidzin.. ^_^
October 12th, 2007 at 2:28 am
rik a. sakri
sinetron….. !!! mau kemana bangsa kita
October 17th, 2007 at 12:39 am
IBNU
TELEVISI ??
INDONESIA ???
SENI ???
Hmmmm…..seni nya cuma 5 %…sisanya lebih mementingkan Industri mungkin…
Uang..uang..uang,,,
February 2nd, 2008 at 12:49 pm
iceMAN
sinetron
seni drama, menginspirasikan seseorang mengenai suatu kejadian dalam bentuk rekaman video yang disaksikan banyak orang. kira2 gitulah!!!!!!!!
March 23rd, 2008 at 7:18 pm
madaz
saya sebenarnya mau komentar mengenai sinetron2 yang udah gak relevan lagi dengan nilai-nilai luhur bangsa ini, jujur saja sya mau muntah melihat sintron di negara tercinta ini, ironis memang bapak & ibu guru dengan cucuran keringat dan airmata berusaha memperbaiki kualitas pendidikan dan moral anak negeri, semua itu sia-sia belaka ketika “calon pemimpin bangsa & agama” pulang kerumah dan menytel televisi yang menurut orang “bule” 90 persen programnya wabilkhusus sinetron adalah “garbish” jadi tinggal tunggu saja bukan kemajuan yang didapat bangsa ini, tapi pembodohan demi pembodohan yang terjadi wallahu ‘alam
March 29th, 2008 at 4:20 pm
Ardilliansah
Okelah.. Sinetron memang merupakan seni..
Tapi yang harus dikaji lebih lanjut lagi, apakah sinetron sudah mencerminkan kesenian yang membawa perubahan ke arah yang lebih ‘baik’ ???
Bayangkan bahwa penonton sinetron adalah anak2 kecil yang masih ‘belum mampu’ mencerna makna sinetron dengan lebih bijaksana ???
Apa Kata Dunia…???
Saya tunggu kunjungannya di ardilliansah.blogspot.com
May 15th, 2008 at 1:52 pm