Art and Tech

Budi Rahardjo’s Thoughts

Keinginan Untuk Mengubah Dunia

Baru saja saya melihat sebuah link di TED (Technology, Entertainment, Design) tentang TED Prize yang diberikan setiap tahun. Untuk setiap pemenang, mereka diperkenankan untuk mengutarakan sebuah “wish” yang dapat mengubah dunia. Wah luar biasa. Coba Anda lihat linknya di sini:

http://blog.ted.com/2007/11/announcing_2008.php

Saya selalu kagum dengan orang Barat yang memiliki cita-cita setinggi langit. Kadang cita-citanya tersebut masih di luar jangkauan teknologi yang kita miliki saat ini. Kalau tidak itu, biaya untuk mengimplementasikannya sangat mahal. Namun hal tersebut bukan menjadi halangan untuk mereka. Namanya juga cita-cita, ya.

Teknologi akan terus berkembang. Ini hanya masalah waktu saja. Kita tidur, tidak melakukan apa-apa juga, teknologi akan maju terus. (Soalnya yang lain tidak tidur. Ha ha ha. Hanya kita saja yang malas.) Dulu orang tidak akan mengira kita bisa terbang naik pesawat dan bahkan ke luar angkasa. Sekarang hal itu mungkin dilakukan, meskipun dengan skala yang terbatas.

Apa cita-cita Anda? Ingin mengubah dunia? Atau … sekedar mengikuti arus saja?

Ada 8 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi

  1. Hilangnya Semangat Untuk Bercita-cita Besar « Padepokan Budi Rahardjo

    […] orang Barat masih memiliki cita-cita, keinginan, atau wish. (Lihat tulisan saya tentang TED wish; keinginan untuk mengubah dunia. They still want to change the world.) Eh, tidak hanya orang Barat saja kok. Saya puny masih punya […]

    November 27th, 2007 at 9:05 am

  2. abah oryza

    pertama saya akan mengubah dunia saya yang malas dan tak bercita-cita, kemudian saya ingin mengubah dunia dengan tangan saya dan tangan-tangan yang coba saya gapai untuk bersama-sama merubah dunia, doain yah pak

    November 28th, 2007 at 12:05 pm

  3. tsani

    setuju pak!

    kalau saya pernah terpikir “world is waiting for us to do something”. Intinya, apa yang bisa kita lakukan (memberi/memperbaiki/mencipta sesuatu)untuk dunia ini karena dia membutuhkan hal baru (atau lama tapi diperbarui) agar menjadi lebih baik di masa2 kedepannya.
    so,what can we do for this world to make it better?
    how about you?

    November 28th, 2007 at 1:14 pm

  4. Budi Rahardjo

    Beberapa kawan ingin membuat TED versi Indonesia. Ada yang tertarik?

    December 1st, 2007 at 11:35 am

  5. Rahady

    Saya tertarik!

    Namanya cita-cita, terlaksana atau ngayal kan gak papa.. Minimal ada pemikiran untuk lebih maju, berarti kita udah lebih maju. (Menurut saya gitu sih..)

    Ini adalah salah satu pemikiran dari sebuah bad experience yang saya alami.. semoga nantinya bakal terealisasi dan ada baiknya heheh (serius amat).

    Suatu hari, ketika saya sedang terburu-buru untuk menuju tempat kerja, di tengah perjalanan secara apes saya kena cegatan polisi (razia apa, gak jelas). Dan karena tadinya saya terburu-buru akhirnya lupa bawa SIM!

    “Wah, SIM nya ketinggalan Pak”

    “Ketinggalan? Kenapa gak sekalian hidungmu yang ketinggalan?”, respon Polisi yang absurd dan kasar sekali.

    Tapi dari tanggapan Pak Pol itu, muncul pemikiran, gimana ya kalo kita ganti sistem Ijin Mengemudi pake PDA+Finger Print+WIFI modem?! Kan kita punya jempol yang gak ada duanya (bukan hidung).

    Jadi pas ada razia kendaraan bermotor, abis Pak Pol hormat, “Selamat siang pak, bisa liat jempolnya?”

    Terus sidik jari di scan, kirim datanya ke kantor Polisi, cari di SQL server, ketemu gak ketemu langsung muncul di PDA Pak Polisi..

    Gimana ya? Apa bisa masuk kategori “Keinginan untuk Merubah Indonesia”?

    December 30th, 2007 at 11:59 am

  6. jujuk suwandono

    mengubah dunia membuat sesuatu yang baru, hebat pastinya. salam kenal pak…

    January 2nd, 2008 at 1:14 pm

  7. Vandy

    Absen dulu baru baca

    February 6th, 2008 at 12:26 am

  8. yan

    …kita orang memang hedonis, budaya pemuja kenikmatan-end user, bagi kita inovasi bukan suatu budaya bahkan mungkin dianggap penyimpangan yang harus diasingkan dari lingkungan…dan “mereka-sang inovator” kadang menjadi korban atas sistem itu, dan tidak mendapat tempat dalam suatu lingkungan…sementara kemapanan sistem/kekuasaan menjadi alat untuk membunuh kreativitas…disinilah seorang penari erotis dengan bungkus dangdut lebih dihargai daripada seorang inovator…so..how to change the culture…

    September 20th, 2008 at 12:28 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Anda setuju dengan kebijakan privasi Asia Blogging Network.

Art and Tech is part of Asia Blogging Network