Art and Tech

Budi Rahardjo’s Thoughts

Mana Teknologi Buku Elektronik?

Kemarin saya mampir ke sebuah acara pameran buku. Di sana saya bertemu dengan salah seorang penerbit. Kami kemudian terlibat dalam sebuah pembicaraan. Dia mengingatkan saya bahwa 10 tahun yang lalu (that long?) saya pernah berkata kepada dia bahwa buku akan menjadi digital dan penerbit harus segera melihat potensi ke aran sana. Sekarang mana dominasi eBooks? Betul juga.

Kalau kita lihat di dunia musik, maka sekarang musik sebagian besar sudah dalam format digital. Padahal kalau kita lihat musik dan buku memiliki persamaan bahwa mereka dapat dibuat dalam format digital dengan mudah. Bahkan kalau dipikir-pikir, musik membutuhkan ukuran berkas yang lebih besar dari buku. Mengapa musik digital (misal MP3) meledak sementara buku digital belum?

Salah satu kemungkinan yang ada adalah pembaca buku digital tersebut. Saat ini belum ada pembaca buku digital yang murah dan mudah digunakan. Pemutar MP3 ada di mana-mana dengan harga murah (mulai dari 100-an ribu) dan sudah menjadi bagian dari handphone. Sementara itu pembaca buku digital belum ada yang bisa dipasarkan secara murah. Mungkin itu alasan utamanya?

Sebetulnya ada alasan lain, tetapi saya malu menyebutkannya. Orang Indonesia kurang suka membaca, jadi … ya memang begitulah, ebooks bakalan kurang populer. Kalau mendengarkan musik sih semuanya juga suka. hi hi hi. Seharusnya saya lebih memperhatikan kultur bangsa kita ini sebelum membuat prediksi ya?

Ada 6 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi

  1. Lala

    Orang Indonesia memang kurang suka membaca, bahasa kasarnya malas ya Pak… :D Prihatin sekali dengan kondisi seperti itu, malas membaca yang membuat orang pemikirannya kurang luas, picik, jadi agak susah dan terkesan lambat untuk diajak maju.

    January 7th, 2009 at 9:43 pm

  2. aRuL

    apa karena masyarakat Indonesia belum sepenuhnya hi tech?
    so… keknya harus dikasih fasilitas dulu, baru…

    January 7th, 2009 at 10:27 pm

  3. hambakaya

    secara pribadi saya—sbg pembuat buku, dan bekerja di penerbit— “senang” jika ebooks kurang populer. namun arah menuju itu sudah terlihat. 3 bulan terakhir penjualan menurun drastis, entah disebabkan menurunnya minat baca, menurunnya daya beli, atau pembaca mulai beralih ke eboooks. Berbeda dengan sebelum 3 bulan terakhir, untuk buku agama umum, terbitan baru 2500 ekp dalam 3-5 bulan sudah habis diserap pasar.

    jika prediksi buku akan menjadi digital, apa yang sebaiknya dilakukan penerbit?

    January 8th, 2009 at 4:24 am

  4. okta

    membaca e-book mata cepat lelah, apalagi kalo bacaannya berjenis novel yang harus runut dari halaman pertama sampe terakhir.

    January 8th, 2009 at 9:36 am

  5. sade

    kalo saya sih lebih senang gaya tradisional yaitu baca buku (hard), daripada ebook (soft). Karena mata ga cepat lelah dan bisa sambil tidur2an.
    Kayanya teknologi pembaca ebook yang bapak bilang di atas emang jadi salah satu penyebab kenapa ebook belom banyak yang pake.

    January 10th, 2009 at 7:25 pm

  6. Jasman

    bahwa orang Indonesia malas atau kurang suka membaca adalah pernyataan yang bersifat asumtif saja. bahkan si pembuatan pernyataan seperti itu bisa dikatakan sebagai orang yang mengidap kesombongan intelektual. selayaknya setiap pernyataan yang bersifat publik disertai dengan penelitian yang valid. minat orang Indonesia membaca ebook memang tidak sebanding lurus dengan meningkatnya penjualan desktop atau laptop. tapi kesadaran mencari informasi yang bisa di dapat dengan mudah dan murah bahkan gratis maka mereka akan menoleh ke internet. di sana banyak text book yang berupa ebook. dan itulah yang menjadi lahapan mereka. apakah itu masih dapat dikatakan malas dan kurang suka membaca? bahwa hanya berapa presen orang/rakyat Indonesia yang memiliki komputer memang belum banyak. tapi kalau dijumlah dengan warnet, komputer di sekolah, di kampus dan di kantor-kantor, tentu jumlahnya jadi tidak sedikit. apakah perlu jumlah pemakai komputer sebanyak 50, 60 atao 90% dari manusia Indonesia barulah dikatakan memedai? o God. tolonglah, rendahkan sedikit kesombongan intelektualmu itu.

    January 13th, 2009 at 5:42 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Anda setuju dengan kebijakan privasi Asia Blogging Network.

Art and Tech is part of Asia Blogging Network