Di akhir bulan ini, Microsoft mengumumkan bahwa pihak mereka akan menggelontorkan dana sebesar US$ 1 juta tiap bulannya untuk diinvestasikan setiap tahunnya dalam bentuk kajian longitudinal dalam beberapa tahun dengan pemerintahan di Finlandia, Indonesia, Rusia dan Senegal. Tujuannya jelas, agar guru dan pendidik bisa melaksanakan pembelajaran yang (kian) inovatif di kelas, sehingga diharapkan akan dihasilkan murid yang mempunyai tingkat kreativitas yang baik.
Untuk menjalankan program ini, para pemegang kebijakan di masing-masing negara mesti melakukan investas di bidang TIK.
Sementara itu, praktek-praktek pengajaran inovatif dalam model ITL mempunyai ciri pedagogi, yang berpusat pada siswa, peluang pembelajaran yang melintasi tembok-tembok sekolah, serta integrasi TIK dalam pengajaran dan pembelajaran.
Bisa dikatakan, program ini akan dapat membantu membangun pemahaman yang lebih baik mengenai bagaimana praktek-praktek pengajaran yang didukung oleh teknologi dapat menjadi perangkat yang efektif bagi pengajaran dan pembelajaran. Pernyataan ini diutarakan oleh Tarek Shawki, direktur dan koordinator global dari proyek kemitraan dan pembangunan kapasitas TIK di UNESCO.
Informasi lebih lanjut mengenai proyek ini, silakan mengunjungi situs: http://www.itlresearch.com.
Posted by M Fahmi Aulia on January 31st, 2010 No Comments »
Recent Comments