InfoGadget

bacaan wajib gadgetters

Dapatkan info (bahkan rumor) terkini soal gadget, ponsel, smart phone, PDA, Pocket PC, iPhone, concept phone dan mobile technology & industry: GSM, GPRS, EDGE, CDMA 20001x, 3G, W-CDMA, 1xEV-DO, HSDPA, WiMAX, Wi-Fi, Bluetooth, content, applications, dan wireless gear lainnya di sini.

Pameran kok bayar…

Meskipun belum selevel dengan pameran di negeri tetangga, namun ICS (Indonesia Cellular Show) yang telah diselenggarakan beberapa tahun terakhir ini cukup membawa angin segar untuk dunia seluler Indonesia.

Sayangnya, dari kesan yang ditangkap, fokus utama masih sama dengan pameran produk teknologi lain di Indonesi, yaitu JUALAN. Pameran lebih didominasi bagi-bagi hadiah dan permainan serta kumpulan artis yang manggung untuk menghibur pengunjung pameran. Workshop, seminar, ataupun diskusi berhubungan dengan dunia seluler pada khususnya masih minim.

Apakah ada yang salah dengan hal tersebut? Tentu tidak. Meskipun tampaknya laris manis, menurut pengakuan beberapa vendor, hasil penjualan di ICS sama sekali tidak signifikan alias kalau nggak jualan, nggak masalah.

Sayangnya, ada beberapa hal yang mengganjal mengenai ICS tahun ini. Oleh penyelenggaranya, ICS “dicampur” dengan FKI (Festival Komputer Indonesia) dan Bobo Fair. Ide yang bagus untuk menarik pengunjung, jika saja langkah berikut ini tidak diterapkan.

Pihak penyelenggara memungut biaya masuk pameran sebesar Rp 5000 rupiah. Bukan jumlah yang besar, karena ongkos parkir di tempat pameran pasti melebihi jumlah ini. Namun mengingat isi pameran yang notabene tidak berbeda jauh dengan pameran-pameran di mall (hanya dengan skala lebih besar saja), tampaknya ini sungguh bukan hal yang logis.

Yang saya kasihani, bukanlah pengunjung yang membayar, namun para peserta pameran FKI, yang memang membutuhkan pameran seperti ini untuk menggenjot penjualannya. Pameran kayak gini kok bayar… (Anehnya, biarpun begitu saya juga tetap membayar dan masuk, mungkin itulah yang namanya tidak ada rotan akarpun jadi.)

Ada 7 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi

  1. Ben

    Kalau soal pameran komputer berbayar, di Surabaya sudah lama kayak gitu. Rata-rata tiap pengunjung harus bayar Rp 2000 untuk masuk ke area pameran.

    July 3rd, 2007 at 3:15 pm

  2. Budi Putra

    ICS, seperti juga FKI, lebih mirip outlet yang ada di mal-mal. Bedanya, kalo di sini masuknya harus bayar, sementara di mal, tidak bayar.

    Saya prefer liat-liat ponsel atau komputer baru di Mangga Dua atau Ratu Plaza yang memang terang-terang mau jualan, tapi masuk ke sana kita tidak harus bayar.

    July 3rd, 2007 at 7:55 pm

  3. philry4n

    Pameran kok jualan…..

    July 4th, 2007 at 1:38 am

  4. Kukuh TW

    udah tahu bayar tapi pengunjungnya kok mau masuk?

    July 4th, 2007 at 1:15 pm

  5. kristian

    Biasanya pameran menghadirkan produk2 baru yang memang belum ada di pasaran. Menurut pantauan di bagian ICS masih belum banyak. Nokia juga hanya memajang dalam kotak terkunci untuk ponsel-ponsel akan datangnya. IMHO, hanya Motorola yang memajang ponsel untuk dipegang-pegang pengunjung. Sedangkan untuk stand operator, tidak ada yang baru. Masih mengedepankan atraksi artis dan bagi-bagi hadiah atau kopi gratis.

    Bener banget tuh.. pameran kok jualan… :) Mungkin yang salah juga konsumen kali ya.. Lihat pameran kok belanja..

    July 4th, 2007 at 1:51 pm

  6. philry4n

    pameran soal teknologi di indonesia ada yang ga jualan ga yah…

    July 4th, 2007 at 4:01 pm

  7. SS

    Maksudnya bayar itu sebenarnya hanya untuk memfilter saja, jadi bukan sekedar cari untung lewat tiket bayar, karena saya yakin panitia udah untung besar saat stan pameran terjual habis.

    biasanya bayarnya ga terlalu mahal … itupun kena pajak dari pemerintah 25%, nah lo … kalo ga bayar … entar siapa aja bisa masuk

    July 29th, 2007 at 12:31 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Anda setuju dengan kebijakan privasi Asia Blogging Network.

InfoGadget is part of Asia Blogging Network