bacaan wajib gadgetters
Dapatkan info (bahkan rumor) terkini soal gadget, ponsel, smart phone, PDA, Pocket PC, iPhone, concept phone dan mobile technology & industry: GSM, GPRS, EDGE, CDMA 20001x, 3G, W-CDMA, 1xEV-DO, HSDPA, WiMAX, Wi-Fi, Bluetooth, content, applications, dan wireless gear lainnya di sini.
Topik: Announcement, GSM, HSDPA, Hardware, Industry News, Sony Ericsson, Windows Mobile
22 komentar — kristian on February 11th, 2008
Telah mengamati produk Sony Ericsson sedari dulu, saya tidak pernah begitu semangat sampai hari ini. Memang sih, Walkman dan Cybershot cukup oke. Tapi evolusi produknya kan sebenarnya sangat logis?
Tapi kali ini beda…
Topik: Announcement, Applications, GSM, Game, Mobile Phone, Nokia, Symbian
Diskusi — kristian on February 6th, 2008
Setelah berkali-kali ditunda, akhirnya N-Gage dapat didownload dan digunakan untuk bermain game. Sayangnya, N-Gage First Access ini sementara hanya untuk Nokia N81 dan N81 8GB. Game demo yang tersedia saat ini hanya 3 dan jika Anda ingin memainkan full version, harus membayar. Karena belum mencoba, saya juga tidak tahu mekanisme pembayarannya, apakah lewat pulsa atau sarana pembayaran lain.
Keterangan lengkap mengenai download dan instalasi ada di sini.
Source: Nokia via Nokia Weblog
Topik: Fren
3 komentar — amir on January 31st, 2008

Operator CDMA Mobile-8 melalui produknya, Fren, melakukan program edukasi tarif ke sejumlah kota. Mereka mengklaim bahwa tarif ke operator lain (terutama operator GSM) adalah lebih murah dibanding yang ditawarkan oleh operator GSM manapun. Pentarifan yang ditetapkan cukup simpel. Cukup 700 Rupiah per menit untuk panggilan lokal dan 1400 Rupiah per menit untuk panggilan interlokal. Fren membidik operator GSM karena memang ijin CDMA-nya seluler seperti Smart dan tidak bisa dibandingkan head-to-head dengan operator fixed-wireless-area (FWA).
Cerita moral yang bisa diambil, berhati-hatilah dalam menyikapi perang tarif yang selama ini terjadi. Kita harus menyadari bahwa tarif promosi tidaklah berlaku selama-lamanya. Jika tarif promosinya habis, bisa jadi kita gigit jari karena terlambat mengantisipasi. Untuk itu, selektiflah dalam memilih operator terbaik yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan telepon seluler kita.
2 komentar — amir on January 31st, 2008
Salah satu visi XL 3G di tahun 2008 adalah membidik pengguna data kapasitas besar berbasis 3G HSDPA, untuk kebutuhan ritel maupun korporat. Salah satu wujud konkritnya adalah untuk pasar korporat, pelanggan Blackberry-XL bisa memperoleh paket data tak terbatas (unlimited) 200 ribu Rupiah per bulan.
Sebagai pengguna Internet di Indonesia, yang masih merasa belum mendapat produk yang optimal, saya berharap:
Mampukah XL (dan operator GSM lainnya) memenuhinya? Jika iya, dijamin produk jaringan Internet tak bergerak seperti Telkom Speedy atau FastNet siap-siap kehilangan pelanggan.
Topik: XL
4 komentar — amir on January 31st, 2008
Ingin dapat “nomor cantik” XL? Anda mungkin bisa mengikuti lelang terhadap “nomor cantik” yang ingin Anda miliki. Harganya? Cukup fantastis, minimal penawaran adalah 1 juta Rupiah, bahkan untuk nomor berbasis di Tanjung Karang, 0878 9999 8888, tawaran minimumnya 3 juta Rupiah saja!
Anehnya, yang ditawarkan adalah nomor baru XL yang ber-prefix 0878, ketimbang nomor XL yang sudah lama kita kenal (0818 dan 0817). Setahu saya, nomor XL “bagus” berawalan 0818 dan 0817 sebenarnya bisa dipesan ke Gerai XL terdekat dengan modal yang tidak sampai nominal jutaan.
Apakah animo masyarakat akan tinggi terhadap lelang seperti ini? Sampai sekarang setahu saya peminat “nomor cantik” seperti ini adalah orang-orang yang percaya bahwa nomor-nomor tertentu dapat membawa hoki bagi pemiliknya. Walaupun tidak banyak, peminat seperti ini tidak ragu merogoh kocek dalam-dalam karena buat mereka, seperti ini adalah investasi. Selain itu, “nomor cantik” cenderung lebih mudah diingat bagi relasi bisnis ketimbang 13 nomor acak yang bahkan pemiliknya sendiri tidak bisa ingat.
Apakah Anda berminat dengan “nomor-nomor cantik” tersebut?
Topik: Announcement, GSM, Hardware, Industry News, Innovation
2 komentar — kristian on January 29th, 2008

Ternyata yang bisa digulung bukan hanya bolu atau kasur, tapi juga layar ponsel. Readius Mobile merupakan prototipe perangkat mobile pertama dengan layar gulung. Satu keunggulan teknologi layar gulung ini adalah ukuran perangkat dapat dibuat lebih kecil dari layarnya. Untuk Readius sendiri, layarnya mencapai 5 inci tapi karena bisa digulung, ukuran bodi perangkatnya lebih kecil dari layar. Sedangkan untuk layar, meskipun besar, sementara ini hanya monokrom sehingga hanya dapat menampilkan teks dan gambar. Dan Readius diposisikan sebagai perangkat e-book reader dengan kemampuan komunikasi.
Perusahaan pembuatnya, Polymer Vision, berasal dari Selengkapnya »
Topik: Announcement, Event, GSM, Nokia
Diskusi — kristian on January 24th, 2008
Dari berbagai rumor dan kabar yang beredar, saya sudah siap-siap menyambut kedatangan ponsel Nokia berlayar sentuh yang menggunakan Touch UI, atau N-Gage. Ternyata keduanya belum beredar, dan Nokia mengawali tahun 2008 dengan meluncurkan dua ponsel low-end yang cukup menarik.
Nokia 2600 Classic dibangun berdasarkan konsep Xpress-On cover seperti pada Nokia 5110 jaman dulu kala, namun dengan fitur-fitur modern, seperti EDGE, email, Bluetooth, radio FM, dan kamera VGA. Harganya juga dipastikan akan terjangkau dan saya prediksi di bawah Rp 1 juta.
Sedangkan Nokia 1209 ditujukan untuk pasar pengguna pemula, yang kebutuhannya sangat mendasar. Fitur andalannya adalah phonebook sharing, berguna jika ponsel ini digunakan oleh beberapa orang yang berbeda. Sepertinya fitur ini tidak akan populer di Indonesia, karena perilaku konsumennya agak berbeda dengan negara lain. Nokia 1209 juga dapat menjadi senter mini. Diperkirakan ponsel ini akan dibandrol di bawah Rp 500 ribu.
Source: Nokia via Nokia Weblog
Topik: Indosat
4 komentar — amir on January 16th, 2008
Setelah Telkomsel, kini giliran Indosat melirik pasar potensial e-wallet. Untuk kalangan menengah ke atas, Indosat akan menerapkan sistem offline dengan teknologi RFID (Radio Frequency Identification), dimana pelanggan dapat melakukan kegiatan virtual payment melalui media khusus, seperti kartu. Sementara untuk kalangan menengah ke bawah, sistem yang digunakan bisa melalui SMS atau USSD menu browser (UMB).
Untuk bisnis barunya itu, Indosat menaruh investasi sebesar 2 juta dolar AS dan sedang mempersiapkan ekosistemnya, baik untuk operator, perbankan maupun pihak penjamin. Sayangnya penyelenggarannya masih terbentur pada masalah izin. Untuk itu, Indosat bersama dengan pihak operator lain dan juga perbankan telah melakukan inisiasi ke Bank Indonesia pada November lalu untuk membahas tentang penyelenggaraan e-money.
Virtual payment semacam ini memiliki beberapa kelebihan. Yang pertama adalah memudahkan pembayaran karena sifatnya online dan tidak melibatkan uang kartal sehingga peredaran uang kartal di luar pun menjadi berkurang. Pembayaran dengan metode ini juga memaksimalkan fungsi handphone yang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran.
Topik: Sony Ericsson
Diskusi — amir on January 16th, 2008
Ya, mungkin Anda bingung perbedaan antara K800 dan K800i, W880 dan W880c. Apa bedanya antara penamaan tersebut? Jangan bingung. Kode generik produk Sony Ericsson adalah tidak menggunakan embel-embel (i), (a), dan (c) di belakangnya.
Contohnya adalah K770. Jika dipasarkan di Eropa dan Asia (minus Jepang dan China), namanya akan menjadi K770i. Jika dipasarkan di Amerika (USA) yang berjaringan 850/1900 MHz, namanya menjadi K770a. Dan jika dipasarkan di China dan harus mengakomodasi berbagai tulisan kanji, namanya menjadi K770c.
Khusus untuk Jepang, penamaannya adalah dengan awalan SO dan W. SO digunakan untuk ponsel GSM yang dibundle oleh operator NTT DoCoMo. Sedangkan kode W digunakan untuk ponsel CDMA yang dikeluarkan oleh operator au/KDDI. Untuk beda seri K, W, T, P, Z, dan lain-lain bagaimana? Silakan tengok halaman Wikipedia-nya untuk tabel komprehensif antar masing-masing seri.
Sumber: Personal vs Technology
3 komentar — kristian on January 15th, 2008
Hmm… Moga-moga judulnya tidak terlalu memberi kesan sadis ya. Mengapa saya berkata seperti itu? Karena Samsung SGH-G800 merupakan ponsel kamera pertama (setidaknya di Indonesia) yang memiliki kamera dengan zoom optical 3x. Resolusi 5 Megapixel cukup besar untuk menghasilkan hasil cetak sebesar 10R (tidak ditanggung jika detail agak kurang ya..)
Saya sempat dipinjami G800 untuk beberapa hari, dan dari pengalaman saya “bermain-main” dengannya, ponsel kamera ini cukup menjanjikan. Dari hasil foto, cukup oke walaupun hasil foto agak gampang kabur karena sedikit guncangan. Sepertinya mode otomatisnya memilih shutter speed yang agak lambat. Foto dengan zoom optical 3x, seperti yang diharapkan, mampu mempertahankan detail dan tidak pecah. Untuk flash, masih terlalu lemah saat digunakan di waktu malam hari. Lensa terlindung dari bahaya, berkat adanya penutup lensa geser yang kadang tidak sengaja terbuka. Respons kamera saat digunakan cukup cepat, namun saat Anda ingin melakukan zoom, respons ponsel lambat sekali.
Dari segi telepon, G800 cukup nyaman digunakan. Memang bodinya tebal, tapi setidaknya baterai dapat bertahan sekitar 2 hari untuk pemakaian normal. Keypad tergolong nyaman dan menu interface cukup mudah.
Jadi apakah G800 akan menjadi pembunuh kamera pocket digital? Sepertinya belum ya..
Mungkin merek lain dan di masa yang akan datang. Next!!!
Recent Comments