Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source
Di beberapa tulisan yang bersifat mengajak, beberapa kali saya temukan alasan yang kira-kira berbunyi sebagai berikut,
Gunakanlah produk Open Source karena pemakai komputer akan menjadi lebih pintar — tidak sekadar menggunakan perangkat lunak, melainkan juga turut mengembangkan.
Benarkah dengan memilih produk Open Source pemakai “akan menjadi lebih pintar”? (Pada beberapa pernyataan malah menggunakan pernyataan negasi, “tidak akan bodoh”.) Tentu saja sangat mungkin, namun cukup jauh untuk mengaitkan begitu saja dengan Open Source; secara umum, motivasi individu lebih dominan dalam hal ini. Lagipula, menjadi pintar dalam hal apa? Ini juga masih menjadi pertanyaan.
Sebaiknya yang lebih ditekankan adalah sikap saling-membantu yang tumbuh lebih kondusif di lingkungan pengembangan dan pemakaian perangkat lunak bebas. Apakah nanti akan mendorong pemakai menjadi “lebih pintar”? Mungkin saja.
Bagaimana dengan “tidak sekadar menggunakan”? Bagaimana dengan pemakai yang benar-benar tidak mau tahu urusan apapun di belakang produk Open Source dan sudah sibuk dengan “hanya” menggunakannya? Kira-kira sama dengan saya sendiri yang tidak mengerti urusan perangkat keras komputer dan terima beres saja dari vendor.
Menurut saya: bebas dan silakan saja pemakai menikmati Open Source! Tidak perlu harus “menjadi pintar” dalam definisi yang sempit atau harus peduli dengan latar belakang produk.
Artikel dituliskan oleh Ikhlasul Amal pada Friday, June 15th, 2007 pukul 06:58. Diarsipkan dalam kategori Gerakan, Promosi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Satu komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
hyjuga
pro0mosi kaleeeeeeeeee
September 18th, 2008 at 11:54