Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source
Saya sempat bertanya (dengan rasa ingin tahu): mengapa kita masih perlu membuat distribusi (atau “distro”) lokal seperti BlankOn?
Supaya tidak salah persepsi: saya bertanya, bukan mempertanyakan. Artinya saya mulai dari prasangka baik bahwa ada sesuatu yang bermanfaat dengan pekerjaan membuat distribusi tersebut. Dari pertemuan kemarin sore dengan Harry Sufehmi, yang akhir-akhir ini aktif di Ubuntu Indonesia, saya mendapat kumpulan alasan berikut:
Saya mencoba mengurutkan alasan-alasan di atas berdasarkan prioritas. Ada alasan lain?
Artikel dituliskan oleh Ikhlasul Amal pada Sunday, July 1st, 2007 pukul 11:13. Diarsipkan dalam kategori Distribusi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 3 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
kus
untuk juga berprasangka baik :
Linux mulai populer di kalangan pengguna komputer di Nusantara, apalagi degan gencaranya Pihak keplosisian menangkapai memeriksa legaliatas penggunaan perangkat lunak berbayar, maka perangkat lunak gratis ( yg belum tentu Open Source ) adalah pilihan yang bijaksana.
Masalahnya banyak pengguna awal yang kurang atau sama sekali tidak familiar dengan Linux, apalagi dengan penggunaan bahasa asing yang cukup aneh, untuk itu .. pembuatan distro berbahasa Indonesia adalah sebuah tindakan penambalan kelemahan yang tepat.
Selain itu, branding adalah salah satu alasan ke sekian dari para pembuat distro. Bikin distro, bagus, keren, mudah digunakan, dan mulai terkenal. Berefek ke branding sehingga mudah untuk … mendapatkan kerjaan, teman, komunitas, dan tentu saja fans :).
Salam
July 8th, 2007 at 14:54
Wibisono Sastrodiwiryo
Bikin distro baru berarti perlu aplikasi baru yang jalan diatasnya? atau cukup recompile sourcecode aplikasi opensource yang sudah ada? kan banyak banget tuh.. cape dong.. eh deh…
Kadang kebanyakan pusing juga loh…
Tapi apakah sekarang distro id yang ada sudah bisa dibilang terlalu banyak ? atau masih kurang?
July 21st, 2007 at 01:12
aji
ngak keren
September 16th, 2008 at 23:16