Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source
Akhir Agustus lalu saya sempat menghadiri acara persiapan pameran Bandung Comtech yang akan diselenggarakan bulan 14–18 November mendatang. Persiapan tersebut diselenggarakan di Bee Mall Bandung, lebih tepat lagi di gerai yang disediakan untuk IGOS.
Salah satu hal yang sempat disinggung adalah pemakaian ruangan IGOS tersebut. Setelah disediakan dalam bentuk seremonial beberapa bulan lalu, tempat tersebut berutilisasi kurang tinggi. Masih lebih banyak lowong dari kegiatan. Karena pada acara persiapan di atas berkumpul asosiasi pelaku bisnis di Bee Mall, sempat disinggung oleh panitia akan kemungkinan mengumpulkan organisasi yang memayungi Open Source di Bandung untuk duduk bersama mengelola tempat tersebut.
Menurut saya hal itu usulan yang menarik karena terdapat kemungkinan banyak pelaku Open Source di Bandung yang dapat digerakkan untuk berkegiatan di sana. Walaupun seringkali menyebut Open Source di Bandung identik dengan KLuB — dan saya juga datang di acara tersebut dengan salah satu aktivis KLuB — namun seharusnya tidak berhenti pada KLuB.
Yang juga perlu disadari adalah ruangan tersebut disediakan atas inisiatif pemerintah lewat IGOS. Jadi selain lebih memang sudah dikhususkan per definisi terhadap program pemerintah tadi, wajar saja jika mereka juga yang mengatur pemakaiannya.
Tidak terlalu meleset, keesokan harinya dari milis KLuB saya mendapat keterangan bahwa terdapat persetujuan antara Kementrian Ristek dan KLuB untuk pengelolaan ruangan tersebut. Memang ini hak dari penyedia fasilitas, namun kira-kira bagaimana dengan kelompok aktivis Open Source lain di Bandung?
Ada tanggapan?
Catatan: Wisnu Manupraba menuliskan rencana keikutsertaan KLuB di Bandung Comtech.
Artikel dituliskan oleh Ikhlasul Amal pada Tuesday, September 25th, 2007 pukul 19:06. Diarsipkan dalam kategori Fasilitas, Promosi. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 5 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
inoex135
wanda tau temen2 yang lain, tapi temen-temen yang lain contohnya apa mas?
kalo ada pengen kenalan…
btw sebenarnya stand itu diberikan ke ubuntu-id, namun akhirna bekerja sama dengan KLuB yang merupakan komunitas lokal di bandung…
September 26th, 2007 at 11:43
Ikhlasul Amal
Yang saya tahu misalnya komunitas FreeBSD.
Oke, jika memang gerai tersebut diberikan kepada Ubuntu-id, tidak menjadi masalah juga, berarti pertanggungjawaban pemakaiannya (dan jika ada pertanyaan di lapangan) akan diarahkan ke IGOS atau Ubuntu-id. Seperti saya singgung di tulisan di atas, karena atas inisiatif IGOS salah satunya, tentu mereka punya hak mengatur kebijakan pengelolaannya.
September 26th, 2007 at 11:57
ian
sekarang rasanya sudah mulai banyak komunitas pengguna open source, kemarin sempet dateng ke acara indocomtech di beemall bandung, ternyata diarahkan ke igos. sedangkan ubuntu ada di gerai AMD online games.
http://opensource.telkomspeedy.com
November 15th, 2007 at 09:44
balian
dengan hormat,
saya balian, mahasiswa fakultas hukum Universitas Langlangbuana Bandung….mohon saya diberikan informasi mengenai program IGOS di Indonesia khususnya wilayah Bandung sedetil2nya…dan kalau bisa mengenai keefektifitasan penggunaan IGOS bagi dunia IT (komputer)…karena saya sedang melakukan penelitian guna penyusunan Skripsi saya yang bertemakan efektifitas penggunaan IGOS daripada Microsoft darisudut pandang UU HAKI…terimakasih atas balasannya dan bantuannya…saya tunggu di alamat email saya…
April 26th, 2008 at 00:14
balian
maaf menambahkan…saya juga mau menanyakan alamat kantor IGOS diwil bandung yang bisa saya datangi untuk mengetahui lebih lanjut tentang IGOS…terima kasih…
April 26th, 2008 at 00:15