Open Source

Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source

Politik “Open Source”

Istilah “politik Open Source” muncul di majalah Wired sebagai label terhadap gerakan politik akar rumput berkaitan dengan aksi protes para biksu di Burma beberapa hari lalu. Ungkapan “Open Source” digunakan untuk menyederhakan mekanisme penggalangan massa yang dilakukan di seluruh belahan bumi — membentang hampir di semua zona waktu. Alat bantu yang digunakan para aktivis pergerakan adalah telepon seluler dan Internet untuk berkirim pesan dan mengunggah bahan berupa teks, foto, atau video pandangan mata peristiwa; dilengkapi dengan jejaring sosial Facebook.

Facebook dengan jumlah pemakai 40 juta menjadikan wadah ini memungkinkan untuk “menggalang tujuan apapun.” Setidaknya 1% saja dari pemakai tersebut peduli dengan sebuah isu, jumlah yang terkumpul lebih banyak dari jumlah biksu Burma yang turun ke jalan.

Pengertian gerakan peduli tanah air juga ditunjukkan lebih global karena aktivitas di Facebook tersebut justru banyak dilakukan dari negeri lain. Kontak personal dilakukan antara mereka yang berada di luar dan kerabat atau koleganya di dalam negeri, dan dari jalur inilah dokumentasi tentang perkembangan Burma diangkat ke media massa.

Sebuah gerakan Open Source dengan bentuk yang lain. Sekaligus disebut juga Politik 2.0.

Satu komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi

  1. Aksi di Burma atau Keputusan Vietnam? — Open Source

    […] di seluruh dunia lewat jejaring sosial. Hasilnya: sejumlah analis menyebut aksi tersebut sebagai Politik Open Source atau Politik 2.0. Junta militer melakukan tekanan keras dan dihadapi dengan partisipasi akar rumput. Open Source […]

    October 18th, 2007 at 07:59

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Anda setuju dengan kebijakan privasi Asia Blogging Network.

Open Source is part of Asia Blogging Network