Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source
Berita akhir tahun dari mailing list Linux Aktivis adalah Kluwek: Kelompok Linux Cewek. Betul, dunia Linux Indonesia akan diramaikan oleh aktivis perempuan — mengingatkan saya akan LinuxChix. Apakah memang perlu sebuah wadah khusus untuk perempuan?
Entah alasannya, dunia TI di sekitar saya sangat bersuasana maskulin. Semasa kuliah saya pikir teknologi informasi “cukup lunak” dan atraktif menarik minat calon mahasiswi — bandingkan dengan Teknik Mesin misalnya. Namun ternyata seingat saya hanya ada sekitar 20% mahasiswi dan dari jumlah yang sedikit tersebut, lebih sedikit lagi yang kemudian berkiprah di dunia TI praktis. Sebagian besar berkarir di dunia pendidikan, sebagai dosen.
Ini saya amati masih berlanjut pada generasi berikutnya. Memang benar, jumlah pemakai Friendster yang sibuk mengotak-atik profil mereka di tempat umum berimbang antara laki-laki dan perempuan, namun begitu masuk ke forum-forum diskusi pemrograman, administrasi sistem, perempuan menjadi makhluk langka. Termasuk di acara “gemerlap” seperti peluncuran Ubuntu yang renyah dan penuh canda-tawa, hadirin perempuan masih sedikit.
Biarlah kita lihat perkembangan Kluwek. Barangkali dengan dikelompokkan tersendiri akan mengajak simpatisan perempuan lebih merasa dekat satu dengan yang lain.
Yang sedikit membuat saya mengernyitkan dahi: mengapa banyak penamaan yang digunakan di situs web mereka terlalu bersuasana “bumbu dapur”? Termasuk nama “kluwek” itu sendiri yang sebenarnya terlalu lokal (kendati bahan masakan itu saya jumpai juga di Groningen, Belanda). Identitas anggota yang sudah terdaftar juga keempatnya berupa nama bumbu dapur. Memang hal tersebut pilihan masing-masing, namun ada baiknya dari awal ditunjukkan keseriusan akan identitas yang dipilih. Seperti disinggung di diskusi Linux Aktivis, aktivis perempuan Linux di Indonesia di tahun 1996/1997 lalu adalah Flory Katriena, identitas yang “lebih meyakinkan” kepada publik.
Selamat bekerja untuk Kluwek!
Artikel dituliskan oleh Ikhlasul Amal pada Wednesday, December 26th, 2007 pukul 19:25. Diarsipkan dalam kategori Promosi, Sosial, Warta. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Ada 3 komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
Ben
saya jadi ingat rawon… lapar
December 26th, 2007 at 23:52
kapulaga
Terima kasih atas dukungan terhadap kluwek
kita semua berharap keberadaan Kluwek dapat berguna bagi perempuan Indonesia pada khususnya
December 28th, 2007 at 17:05
ngatimanlinux
Ya menurut saya kan klo make identitas dgn nama kluwek itu lebih keliatan ciri khas dari suatu bumbu masakan dari Indonesia,,krn dulu ada kenalan saya sulit nyari kluwek di Singapura,,Jadi menurut perspektif saya nama kluwek itu sendiri sudah menunjukkan suatu pembuktian identitas diri komunitas linux di Indonesia,,ya semoga kita bisa mendapatkan aktivis2 linux yg handal dari KLUWEK…
January 26th, 2008 at 01:55