Open Source

Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source

Distribusi Dwi Warna

Berkebalikan dengan kecenderungan akhir-akhir ini untuk membuat distribusi GNU/Linux berbasis keperluan pemakai yang lebih spesifik — seperti Edubuntu untuk dunia pendidikan atau Kuliax untuk mahasiswa, IGOS Dwi Warna diciptakan dengan semangat, “untuk beragam kebutuhan.” Disebut secara eksplisit untuk keperluan perkantoran/desktop dan sebagai server; masih ada tambahan lagi: dapat juga dipakai untuk kebutuhan lainnya.

Spesifikasi teknis: berbasis Fedora 8, terdiri atas lima keping cakram optik (CD/DVD). Model yang digunakan: media untuk instalasi (installer) dan untuk langsung digunakan (live).

Prediksi saya: IDW — demikian Dwi Warna disingkat — harus bersaing dengan distro utama yang memiliki fans loyal di tanah air, dengan demikian “memperebutkan” segmen pemakai Linux yang juga terbatas. Sisi potensialnya adalah pemakai baru dan pemakai awam yang tidak mempermasalahkan Linux dari sisi distribusinya. Lebih-lebih jika antarmuka IDW sudah berbahasa Indonesia.

Jadi, ada berapa distribusi yang sudah dikembangkan di Indonesia? Yang lebih menarik: ada yang bersedia berbagi pengalaman sebagai pemakai distribusi buatan dalam negeri?

Untuk Dwi Warna:
Informasi: http://dwiwarna.web.id
Repositori: http://dl2.foss-id.web.id/dwiwarna/
ISO: ftp://dl2.foss-id.web.id/iso/dwiwarna/v10/

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Anda setuju dengan kebijakan privasi Asia Blogging Network.

Open Source is part of Asia Blogging Network