Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source
Ariya Hidayat menulis senarai faktor kegagalan proyek yang diset Open Source. Kesepuluh faktor tersebut berdasarkan pengalaman dan pengamatannya selama ini.
Daftar atau diskusi kegagalan proyek TI sudah beberapa kali diungkap terutama di mailing list, termasuk pekerjaan Open Source. Biasanya memang menghangat dan cenderung melebar ke segala arah karena semata-mata pandangan banyak pihak. Memang tidak mudah mendapatkan benang merah persoalan di proyek Open Source; selain terdapat faktor sosial yang merupakan bagian non-teknis — dan hal ini dapat menjadi dominan di proyek Open Source, karakter pengembangan dengan kode yang terbuka tentu khas.
Bagaimana dengan koleksi yang ditengarai Ariya? Saya anggap istimewa: dia merupakan “wakil” Indonesia di lingkungan KDE, salah satu barisan bergengsi di lingkungan Open Source. Bolehlah hal itu disebut atribut, namun dengan keawetan dia bergabung di sana, koleksi Ariya perlu disimak sebagai pelajaran bagi pengembang di tanah air.
Di blog Ariya terdapat masukan penting seperti sudut pandang organisasi dari salah satu pengunjung, sedangkan umpan balik di ulir diskusi Teknologia antara lain pandangan Jaimy Azle bahwa pengembang di tanah air lebih memilih “besar di awal” dibanding memulai dari yang kecil, agar terlihat lebih keren.
Tulisan Ariya tersebut juga terbukti populer: terdapat 26 pengunjung yang menyimpan entri tersebut di jejaring sosial untuk penanda tautan, del.icio.us.
Ada tambahan lagi?
Artikel dituliskan oleh Ikhlasul Amal pada Saturday, March 22nd, 2008 pukul 04:28. Diarsipkan dalam kategori Manajemen. Anda dapat mengikuti diskusi melalui layanan sindikasi komentar.
Anda dapat mengikut diskusi dengan meninggalkan komentar, atau lacak balik dari situs Anda.
Satu komentar untuk artikel ini. Ikuti diskusi
balian
salam hormat,
menurut saya salah satu kegagalan proyek open source adalah kurangnya dukungan pemerintah terhadap hal ini, karena open source “tidak menghasilkan” bagi pemerintah dibandingkan dengan software2 lainnya yg telah dikeluarkan oleh perusahaan2 IT raksasa seperti Microsoft..oleh karena itu kia harus tetap memperjuangkan open source karena disamping akan mengembangkan kreatifitas dan daya kreasi kita juga akan banyak menghemat pengeluaran biaya dalam hal pembelian lisensi program2 yg dikeluarkan oleh perusahaan yang tidak open source..
May 11th, 2008 at 07:45