Isu sosial dan cerita dari lapangan terkait dengan Open Source
1 komentar — Ikhlasul Amal on October 9th, 2007
Istilah “politik Open Source” muncul di majalah Wired sebagai label terhadap gerakan politik akar rumput berkaitan dengan aksi protes para biksu di Burma beberapa hari lalu. Ungkapan “Open Source” digunakan untuk menyederhakan mekanisme penggalangan massa yang dilakukan di seluruh belahan bumi — membentang hampir di semua zona waktu. Alat bantu yang digunakan para aktivis pergerakan adalah telepon seluler dan Internet untuk berkirim pesan dan mengunggah bahan berupa teks, foto, atau video pandangan mata peristiwa; dilengkapi dengan jejaring sosial Facebook.
5 komentar — Ikhlasul Amal on September 25th, 2007
Akhir Agustus lalu saya sempat menghadiri acara persiapan pameran Bandung Comtech yang akan diselenggarakan bulan 14–18 November mendatang. Persiapan tersebut diselenggarakan di Bee Mall Bandung, lebih tepat lagi di gerai yang disediakan untuk IGOS.
Salah satu hal yang sempat disinggung adalah pemakaian ruangan IGOS tersebut. Setelah disediakan dalam bentuk seremonial beberapa bulan lalu, tempat tersebut berutilisasi kurang tinggi. Masih lebih banyak lowong dari kegiatan. Karena pada acara persiapan di atas berkumpul asosiasi pelaku bisnis di Bee Mall, sempat disinggung oleh panitia akan kemungkinan mengumpulkan organisasi yang memayungi Open Source di Bandung untuk duduk bersama mengelola tempat tersebut.
3 komentar — Ikhlasul Amal on August 13th, 2007
Salah seorang saudara yang tinggal di Semarang melaporkan bahwa razia perangkat lunak di kota lumpia tersebut sedang gencar dilakukan oleh aparat keamanan. Konon kabarnya petugas memburu hingga memasuki kamar-kamar di dalamnya untuk memeriksa kemungkinan terdapat komputer yang disembunyikan.
Alpha Bagus Sunggono hingga perlu menulis retorika di milis Linux Aktivis mengajak aktivis perangkat lunak bebas untuk bangun dan menjalankan revolusi. Dalam pengertian mengajak masyarakat TI di Indonesia beralih ke perangkat lunak bebas sebagai alternatif menghadapi penegakan hukum di bidang perangkat lunak.
Topik: Dokumentasi
2 komentar — Ikhlasul Amal on August 3rd, 2007
Zaki Akhmad menyediakan dokumen Panduan Penelitian OSS dan tautan yang diperlukan lewat milis KLuB dan BHTV.
Kutipan kata pengantar dokumen tersebut,
Panduan edisi ini masih dalam bentuk versi draft dan masih banyak yang perlu disempurnakan. Untuk itu, segala masukan dan penambahan informasi demi penyempurnaan panduan ini sangat diharapkan. Sesuai dengan semangat open source, yaitu pengembangan secara kolaborasi berbagai pihak, maka panduan ini juga nantinya akan mengikuti pola tersebut sehingga bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak dan dimiliki bersama.
Yang saya ingat pada pertemuan BHTV yang lalu, Zaki sempat ditanyai perihal salah satu kesimpulan penelitian yang pernah dilakukan dan salah satu hasilnya bahwa pemakaian perangkat lunak Open Source terutama bukan soal dana.
Diskusi — Ikhlasul Amal on August 2nd, 2007
Perhelatan komunitas PHP terbesar di dunia akan dilangsungkan 8–11 Oktober mendatang di San Fransisco, California. Zend, The PHP Company, sudah memasang iklan sekaligus undangan di situs mereka.
Terdapat 44 sesi dan tutorial dan salah satu yang ditonjolkan adalah integrasi aplikasi Web PHP dengan Java di platform Microsoft Windows. Agaknya untuk merangkul organisasi berkelas besar PHP harus bermain dengan kompetitor bahasa pemrograman Java dan lingkungan keluarga Microsoft.
1 komentar — Ikhlasul Amal on August 2nd, 2007
Eko Budhi Suprasetiawan menulis kabar tentang penerima penghargaan Ristek–Telkom Award 2007 yang kebetulan ketiganya berasal dari Bandung. Para penerima penghargaan tersebut adalah:
Eko menyebut hal ini sebagai ekspos terhadap komentar Menkominfo tentang Open Source yang memang masih belum jelas perihal pihak yang dimaksud.
Selamat kepada para peraih penghargaan Ristek–Telkom tahun 2007.
13 komentar — Ikhlasul Amal on August 2nd, 2007
Akibat Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Mohammad Nuh, mengeluarkan celetukan di hadapan para pengusaha TIK yang tergabung dalam Komite Tetap Kadin Telematika, kemarin petang, dimuat dengan gaya judul detikInet yang bombastis, Penggiat Open Source Lebih ‘Banyak Omong’ Daripada Kerja, jadilah hari ini beredar kesan bahwa Pak Menteri bersikap “nyinyir” terhadap gerakan Open Source.
Seorang teman dekat di Yahoo! Messenger langsung berujar tadi siang:
pengguna Open Source hanya “omdo” (omong doang). Selanjutnya di
milis BHTV berita
tersebut ditafsirkan
sebagai,
Kita (komunitas pengembang) dibilang lebih banyak omong.
Diskusi — Ikhlasul Amal on July 22nd, 2007
Mulanya, siang Jumat lalu pesan Diki Andeas muncul di Yahoo! Messenger, menanyakan IGOS CodeCamp. Saya belum mendengar berita ini secara lengkap, jadi tidak dapat menjawab pertanyaannya.
Ternyata beberapa jam kemudian Diki sudah menuliskan lagi tentang CodeCamp dengan lebih lengkap di mailing list KLuB. Dari email Diki,
Topik: Distribusi, Fasilitas, Sosial
1 komentar — Ikhlasul Amal on July 21st, 2007
Dari status Iwan Setiawan di Yahoo! Messenger, saya tahu dia sedang sibuk mengurus kanal Kuliax di IRC, #kuliax. Iwan, dikenal dengan identitas esteween (STWN), adalah penggagas utama Kuliax dan seperti halnya banyak proyek perangkat lunak bebas lain, IRC adalah medium yang relatif mudah untuk penyediaan dukungan teknis. Komunitas dapat ikut membantu dan layanan top justru sering datang dari pengembang utama.
Bergabung ke kanal di IRC juga mudah. Tidak perlu registrasi atau diikat sebuah layanan bermerk tertentu — sehingga tidak usah memasang perangkat lunak khusus. Bandingkan dengan layanan dari Yahoo! Messenger atau Google Talk yang perlu instalasi klien tersendiri dan hanya bertemu dengan anggota pemakai layanan yang sama.
Topik: Implementasi, Perangkat Lunak
Diskusi — Ikhlasul Amal on July 5th, 2007
Saya mengajak secara persuasif kepada seorang teman yang sedang belajar di salah satu universitas di Malaysia akan kemungkinan menggunakan Linux untuk keperluan sehari-hari. Selain persoalan kebiasaan — yang sudah lazim saya dengar juga sebagai jawaban, dia beringsut pada “tantangan” berikutnya: jika sudah lulus, dia malah tidak mungkin lagi, karena teknologi yang sekarang dipelajari (dan tentunya berharap dikuasai nanti) dalah .NET.
Secara refleks saya berdalih akan adanya Mono di atas Linux. Kendati dengan catatan bahwa saya belum terlalu yakin akan kompatibilitasnya terhadap kode yang terikat erat dengan lingkungan produk Microsoft. (Ada yang bersedia menjelaskan sejauh mana “petualangan” Mono?)
Recent Comments